Turunkan Angka Kematian, Dinkes Bentuk Tim Gerakan Ibu dan Bayi
TANGERANG - Untuk mewujudkan percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang secara terpadu, Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar pertemuan Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir. dilaksanakan di Hotel Vega Kecamatan Kelapa Dua, Selasa (01/10/2024).
Diketahui Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Tangerang Nomor 441/Kep.246-Huk/2022 tahun 2022.
Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, H. Achmad Kasori mengungkapkan dalam sambutannya untuk dapat menguatkan komitmen, terus berperan aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi.
"Masing masing tim kerja, diharapkan menjalankan tugas pokok dan fungsi mereka secara maksimal, sehingga angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Tangerang dapat menurun secara signifikan," imbuhnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan dr. Achmad Muchlis, MARS menjelaskan tugas Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan antara lain melalui peningkatan skill, simulasi dan pendampingan rumah sakit swasta. Kedua, penguatan sistem rujukan dan akuntabilitas pelayanan melalui pemetaan fasilitas pelayanan kesehatan dan sistem rujukan untuk kegawatdaruratan. Ketiga, pemberdayaan masyarakat.
"Perlunya kolaborasi dan sinergitas baik pemerintah daerah, Rumah Sakit Swasta, Klinik, Praktek Mandiri Bidan serta masyarakat khususnya ibu hamil untuk terus melakukan pengecekan kehamilan," imbuhnya.
Ia menambahkan, sudah berjalan role model Collaboration Quality Improvement (QIC) atau Kolaborasi Peningkatan Kualitas adalah pendekatan yang melibatkan tim dari berbagai lokasi untuk mempelajari, menerapkan, dan berbagi metode peningkatan kualitas di wilayah utara kabupaten Tangerang terdapat 4 Rumah sakit berkolaborasi dengan 9 puskesmas.
"Langkah kedepan diharapkan kolaboratif ini juga melibatkan klinik utama dan Praktek Mandiri Bidan dalam proses upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi baru lahir," tegasnya.
dr. Achmad Muchlis, MARS, berharap kepada ibu hamil agar rutin melakukan pengecekan kesehatan kehamilan minimal 6 kali, serta untuk mengurus data kependudukan agar mudah membantu layanan kesehatan di wilayah Kabupaten Tangerang.
"Dengan Universal Health Coverage (UHC) 100 persen yang sudah diprogramkan Kabupaten Tangerang, di harapkan semua biaya kesehatan tercover oleh Pemerintah Daerah," tutur Dia.
(Diskominfo Kab.Tangerang/DR/nD)
Nomor : PR/579 -DISKOMINFO/X/2024
Berita Lainnya
-
13 Aug 2026
Perkuat Ukhuwah dan Kepedulian Sosial, Muslimat NU Kabupaten Tangerang Gelar Pengajian dan Santunan Yatim
TANGERANG – Penasehat Muslimat NU Kabupaten Tangerang, Hj. Rismawati Maesyal Rasyid menghadiri dan membuka Pengajian ...
-
13 Aug 2026
Lepas 200 Pelajar Calon Siswa Sekolah Rakyat, Bupati Maesyal Tekankan MPLS Ramah Anak dan Penguatan Karakter
TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melepas 200 pelajar jenjang SMP dan SMA pada ...
-
13 Aug 2026
Bupati Tangerang Apresiasi Kolaborasi TNI, Polri Bangun 22 Jembatan Garuda Merah Putih di Kabupaten Tangerang
Tangerang,--Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mengapresiasi sinergi dan kolaborasi TNI dan Polri yang membangun 22 ...
-
13 Aug 2026
Wakil Bupati Tangerang Hadiri Semarak HUT ke-81 RI di Sodong Village, Apresiasi Kolaborasi JMSI dan Masyarakat
TANGERANG – Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah menghadiri kegiatan Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ...
-
13 Aug 2026
Buka Pekan Olahraga Tradisional Pegawai, Wabup Intan Tekankan Pentingnya Sportivitas dan Kegembiraan dalam Bekerja
Tangerang – Pemerintah Kabupaten Tangerang resmi membuka kegiatan Pekan Olahraga Tradisional Tingkat Pegawai Tahun 2026 ...