Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
18 Jul 2025 229 Pembaca Admin Web Terpadu

PENTAGEN TRIFO: Inovasi Puskesmas Balaraja Wujudkan Laboratorium Efisien dengan Penataan Reagen Berbasis FEFO

Pengelolaan bahan medis habis pakai, terutama reagen dan strip pemeriksaan di laboratorium kesehatan, seringkali menghadapi tantangan serius. Minimnya penataan yang cermat seringkali menyebabkan banyak bahan kadaluarsa tidak terdeteksi, berujung pada pemborosan anggaran dan penurunan kualitas pelayanan. Menjawab permasalahan krusial ini, Puskesmas Balaraja telah meluncurkan sebuah inovasi strategis bernama PENTAGEN TRIFO (Penataan Reagen dan Strip Pemeriksaan Laboratorium Menggunakan Metode FEFO). Inisiatif ini bertujuan mengoptimalkan penyimpanan dan penataan bahan laboratorium, memastikan penggunaan yang efisien, dan mendukung terwujudnya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) dalam memberikan pelayanan berkualitas.

Laboratorium kesehatan adalah sarana penunjang vital dalam pelayanan kesehatan, berfungsi untuk mendiagnosis penyakit, memantau perkembangannya, serta mengevaluasi keberhasilan pengobatan. Namun, di Puskesmas Balaraja, kurangnya sistem penataan reagen dan strip pemeriksaan yang baik menjadi masalah utama. Banyak reagen yang kadaluarsa tidak diketahui, menyebabkan pemborosan dan mempersulit petugas dalam proses penyimpanan dan pengambilan. Kondisi ini berdampak besar pada pelayanan laboratorium yang merupakan bagian penting dari pemeriksaan kesehatan, mengakibatkan kerugian anggaran dan penggunaan reagen yang tidak maksimal.

PENTAGEN TRIFO hadir sebagai solusi inovatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Inovasi ini berfokus pada pelabelan berwarna yang dibuat secara mandiri dan penerapan metode First Expired First Out (FEFO) atau "yang lebih dahulu kadaluarsa, yang lebih dahulu keluar". Tahapan inovasi dimulai dengan pendataan setiap reagen yang tersedia, mencakup nama reagen, nomor lot/batch, suhu penyimpanan, dan tanggal kadaluarsa, yang disusun secara alfabetis dalam file Microsoft Excel. Data ini kemudian dikelompokkan ke dalam tiga file berbeda berdasarkan masa kadaluarsa: lebih dari 1 tahun, lebih dari 3 bulan, dan kurang dari 3 bulan. Selanjutnya, label berwarna dibuat menggunakan Microsoft Word, dengan warna hijau untuk kadaluarsa lebih dari 1 tahun, kuning untuk lebih dari 3 bulan, dan merah untuk kurang dari 3 bulan. Label-label ini kemudian ditempelkan pada reagen dan strip, dan reagen dengan tanggal kadaluarsa terdekat akan disimpan di bagian paling depan.

Melalui penerapan PENTAGEN TRIFO, optimalisasi penyimpanan dan penataan reagen serta strip pemeriksaan di laboratorium Puskesmas Balaraja dapat terlaksana dengan baik dan efisien. Inovasi ini menghasilkan berbagai output konkret, seperti daftar pengelompokan reagen yang rapi, revisi SOP, label berwarna yang informatif, dan buku stok reagen berbasis kartu stok abjad. Penggunaan label berwarna dan metode FEFO terbukti meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan reagen, meminimalisir pemborosan, serta memastikan bahan yang digunakan selalu dalam kondisi optimal. Ini juga memberikan kesan bertani yang mudah dalam perawatan selama pertumbuhan tanaman yang kita tanam.

PENTAGEN TRIFO tidak hanya memberikan manfaat bagi petugas laboratorium dengan memudahkan pekerjaan mereka dan meningkatkan pengetahuan tentang penataan reagen, tetapi juga bagi organisasi secara keseluruhan. Inovasi ini mendukung Puskesmas Balaraja dalam mewujudkan visi dan misi organisasi dengan memberikan pelayanan yang bermutu dan berkualitas melalui pengelolaan reagen yang efisien. Bagi masyarakat, manfaatnya terwujud dalam peningkatan kualitas pelayanan melalui bahan penunjang pemeriksaan yang berkualitas, bermutu, dan menghasilkan nilai yang valid, sehingga diagnosis dan penanganan penyakit menjadi lebih akurat.

Dengan adanya PENTAGEN TRIFO, Puskesmas Balaraja telah membuktikan bahwa inovasi sederhana pun dapat membawa dampak luar biasa dalam meningkatkan profesionalisme ASN dan kualitas pelayanan publik. Inisiatif ini tidak hanya mengatasi masalah internal laboratorium, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang transparan, akuntabel, dan efisien, menjadi contoh inspiratif bagi institusi kesehatan lainnya dalam menciptakan sistem manajemen yang lebih baik.

 






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.