PENTAGEN TRIFO: Inovasi Puskesmas Balaraja Wujudkan Laboratorium Efisien dengan Penataan Reagen Berbasis FEFO
Pengelolaan bahan medis habis pakai,
terutama reagen dan strip pemeriksaan di laboratorium
kesehatan, seringkali menghadapi tantangan serius. Minimnya penataan yang
cermat seringkali menyebabkan banyak bahan kadaluarsa tidak terdeteksi,
berujung pada pemborosan anggaran dan penurunan kualitas pelayanan. Menjawab
permasalahan krusial ini, Puskesmas Balaraja telah meluncurkan sebuah inovasi
strategis bernama PENTAGEN TRIFO (Penataan Reagen dan Strip Pemeriksaan
Laboratorium Menggunakan Metode FEFO). Inisiatif ini bertujuan
mengoptimalkan penyimpanan dan penataan bahan laboratorium, memastikan
penggunaan yang efisien, dan mendukung terwujudnya Aparatur Sipil Negara (ASN)
yang BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal,
Adaptif, dan Kolaboratif) dalam memberikan pelayanan berkualitas.
Laboratorium kesehatan adalah sarana
penunjang vital dalam pelayanan kesehatan, berfungsi untuk mendiagnosis
penyakit, memantau perkembangannya, serta mengevaluasi keberhasilan pengobatan.
Namun, di Puskesmas Balaraja, kurangnya sistem penataan reagen dan strip pemeriksaan
yang baik menjadi masalah utama. Banyak reagen yang kadaluarsa tidak diketahui,
menyebabkan pemborosan dan mempersulit petugas dalam proses penyimpanan dan
pengambilan. Kondisi ini berdampak besar pada pelayanan laboratorium yang
merupakan bagian penting dari pemeriksaan kesehatan, mengakibatkan kerugian
anggaran dan penggunaan reagen yang tidak maksimal.
PENTAGEN TRIFO hadir sebagai solusi
inovatif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Inovasi ini berfokus pada
pelabelan berwarna yang dibuat secara mandiri dan penerapan metode First
Expired First Out (FEFO) atau "yang lebih dahulu kadaluarsa, yang
lebih dahulu keluar". Tahapan inovasi dimulai dengan pendataan setiap
reagen yang tersedia, mencakup nama reagen, nomor lot/batch, suhu
penyimpanan, dan tanggal kadaluarsa, yang disusun secara alfabetis dalam file Microsoft
Excel. Data ini kemudian dikelompokkan ke dalam tiga file berbeda
berdasarkan masa kadaluarsa: lebih dari 1 tahun, lebih dari 3 bulan, dan kurang
dari 3 bulan. Selanjutnya, label berwarna dibuat menggunakan Microsoft Word,
dengan warna hijau untuk kadaluarsa lebih dari 1 tahun, kuning untuk lebih dari
3 bulan, dan merah untuk kurang dari 3 bulan. Label-label ini kemudian
ditempelkan pada reagen dan strip, dan reagen dengan tanggal
kadaluarsa terdekat akan disimpan di bagian paling depan.
Melalui penerapan PENTAGEN TRIFO,
optimalisasi penyimpanan dan penataan reagen serta strip pemeriksaan
di laboratorium Puskesmas Balaraja dapat terlaksana dengan baik dan efisien.
Inovasi ini menghasilkan berbagai output konkret, seperti
daftar pengelompokan reagen yang rapi, revisi SOP, label berwarna yang
informatif, dan buku stok reagen berbasis kartu stok abjad.
Penggunaan label berwarna dan metode FEFO terbukti meningkatkan efektivitas dan
efisiensi penggunaan reagen, meminimalisir pemborosan, serta memastikan bahan
yang digunakan selalu dalam kondisi optimal. Ini juga memberikan kesan bertani
yang mudah dalam perawatan selama pertumbuhan tanaman yang kita tanam.
PENTAGEN TRIFO tidak hanya memberikan
manfaat bagi petugas laboratorium dengan memudahkan pekerjaan mereka dan
meningkatkan pengetahuan tentang penataan reagen, tetapi juga bagi organisasi
secara keseluruhan. Inovasi ini mendukung Puskesmas Balaraja dalam mewujudkan
visi dan misi organisasi dengan memberikan pelayanan yang bermutu dan berkualitas
melalui pengelolaan reagen yang efisien. Bagi masyarakat, manfaatnya terwujud
dalam peningkatan kualitas pelayanan melalui bahan penunjang pemeriksaan yang
berkualitas, bermutu, dan menghasilkan nilai yang valid, sehingga diagnosis dan
penanganan penyakit menjadi lebih akurat.
Dengan adanya PENTAGEN TRIFO, Puskesmas
Balaraja telah membuktikan bahwa inovasi sederhana pun dapat membawa dampak
luar biasa dalam meningkatkan profesionalisme ASN dan kualitas pelayanan
publik. Inisiatif ini tidak hanya mengatasi masalah internal laboratorium,
tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang
transparan, akuntabel, dan efisien, menjadi contoh inspiratif bagi institusi
kesehatan lainnya dalam menciptakan sistem manajemen yang lebih baik.
Berita Lainnya
-
15 May 2026
Lewat Jum’at Keliling, Bupati Tangerang Eratkan Silaturahmi dan Serap Aspirasi Warga Legok
Tangerang – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, melaksanakan kegiatan Jum’at Keliling (Jumling) di Masjid Jami’ ...
-
15 May 2026
Bupati Tangerang Tekankan Masjid Bukan Hanya Sebagai Tempat Ibadah Tapi Juga Pusat Pembinaan Umat dan Penguatan Nilai Sosial
TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, secara resmi melakukan prosesi peletakan batu pertama renovasi ...
-
14 May 2026
Bupati Tangerang Kunjungi Bayi Bernama Moch. Maesyal Rasyid di Sepatan
TANGERANG – Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengunjungi seorang bayi yang diberi nama Moch. Maesyal ...
-
14 May 2026
Bupati Tangerang Sidak Tempat Hiburan Malam Ilegal dan Panggil Pengelola
TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Kapolesta Tangerang dan Dandum 0510 Tigaraksa melakukan ...
-
14 May 2026
Bupati Tangerang Apresiasi Aksi Nyata Umat Buddha Tanam Mangrove di Ketapang Mauk Dalam Rangka Peringatan Waisak 2026
Tangerang,–Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menghadiri kegiatan penanaman pohon mangrove dalam rangka memperingati Hari Tri ...