Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
19 Oct 2025 1,117 Pembaca Admin Dpmptsp

Kabupaten Tangerang Catat Pertumbuhan Investasi 47% Lebih Tinggi dari Triwulan II Tahun 2025

DPMPTSP Analisis Realisasi Investasi Kabupaten Tangerang Triwulan III (Juli-September) Tahun 2025

Laporan Realisasi Investasi Kabupaten Tangerang periode Triwulan III (Juli–September) Tahun 2025 menunjukkan pencapaian yang sangat impresif. Pada periode ini, Kabupaten Tangerang berhasil mencatatkan total realisasi investasi sebesar Rp 11,9 Triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, yakni melonjak sebesar 47% dibandingkan Triwulan II Tahun 2025 dan tumbuh sangat tinggi sebesar 72,4% jika dibandingkan dengan periode Triwulan III Tahun 2024 yang hanya mencapai Rp 6,9 Triliun. Pencapaian realisasi investasi secara kumulatif dari Januari hingga September (Triwulan III) Tahun 2025 adalah Rp 28,5 Triliun. Kinerja kumulatif ini meningkat sebesar 51,8% dibandingkan periode yang sama pada Tahun 2024 (Rp 18,8 Triliun), dan yang paling penting, realisasi ini telah mencapai 116,9% dari target investasi tahun 2025 yang sebesar Rp 24,4 Triliun.

Komposisi modal pada Triwulan III Tahun 2025 masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), yang menunjukkan tren menguat sejak tahun-tahun sebelumnya. PMDN menyumbang 70% dari total investasi atau senilai Rp 8,3 Triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang 30% atau senilai Rp 3,5 Triliun. Walaupun porsinya lebih kecil, kontribusi PMA meningkat tajam hingga 71,4% dibandingkan periode yang sama di Triwulan III tahun 2024. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor global tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi dunia.
Dari sisi negara asal, Singapura menjadi negara dengan realisasi investasi PMA paling tinggi pada Triwulan III 2025, dengan pencapaian Rp 1,02 Triliun. Singapura diikuti oleh R.R. Tiongkok (Rp 846 Miliar), Korea Selatan (Rp 746 Miliar), Hongkong (Rp 307 Miliar), dan Swiss (Rp 215 Miliar).

Berdasarkan sektor usaha, sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran menjadi kontributor terbesar dari PMDN dengan nilai Rp 3,3 Triliun, diikuti oleh sektor Perdagangan dan Reparasi (Rp 1,4 Triliun). Sedangkan untuk PMA, lima besar realisasi investasi didominasi oleh sektor Industri Mesin, Elektronik, Instrumen Kedokteran, Peralatan Listrik, Presisi, Optik dan Jam sebesar Rp 846 Miliar, diikuti oleh sektor Perdagangan dan Reparasi (Rp 639 Miliar) dan Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (Rp 568 Miliar).

Kinerja investasi yang cemerlang ini menempatkan Kabupaten Tangerang pada posisi terdepan di Provinsi Banten. Pada Triwulan III Tahun 2025, Kabupaten Tangerang menempati peringkat pertama realisasi investasi (PMDN + PMA) di antara kabupaten/kota se-Provinsi Banten, dengan kontribusi mencapai Rp 11,93 Triliun atau 38,69% dari total investasi Provinsi Banten. Selain itu, peningkatan investasi ini juga berdampak positif pada penyerapan tenaga kerja, di mana secara kumulatif dari Januari hingga September 2025, total penambahan tenaga kerja Indonesia (TKI) mencapai 45.027 orang.
Secara keseluruhan, pencapaian realisasi investasi Kabupaten Tangerang hingga Triwulan III Tahun 2025 adalah cerminan dari ketahanan ekonomi lokal yang kuat dan lingkungan investasi yang kondusif, berhasil menarik perhatian baik dari investor domestik maupun global, serta jauh melampaui target tahunan.






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.