Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Tangerang yang Sejahtera dan Berdaya Saing
18 Jul 2025 337 Pembaca Admin Web Terpadu

GERCEP BETE: Inovasi Puskesmas Kosambi Perangi TBC dengan Terapi Pencegahan dan Deteksi Dini Berbasis Komunitas

Tuberkulosis (TBC) tetap menjadi masalah kesehatan global yang serius, termasuk di Indonesia, yang menduduki peringkat tinggi kasus TBC di dunia. Penyakit yang menular melalui udara ini, meskipun dapat disembuhkan, masih memerlukan strategi pencegahan yang kuat untuk menekan insidennya. Terapi Pencegahan TBC (TPT) menjadi kunci, terutama bagi kelompok berisiko tinggi seperti balita gizi buruk, Orang dengan HIV (ODHIV), pasien Diabetes Mellitus (DM), dan kontak erat pasien TBC. Menjawab urgensi ini, Puskesmas Kosambi menghadirkan inovasi terobosan bernama GERCEP BETE (Gerakan Cegah Penularan dengan Pemberian TPT), sebuah inisiatif komprehensif untuk keberhasilan pemberian TPT dan eliminasi TBC.

Inovasi GERCEP BETE dirancang untuk memastikan individu berisiko tinggi TBC mendapatkan terapi pencegahan dan pada akhirnya menurunkan kasus TBC baru. Inisiatif ini sangat relevan dengan prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yang menargetkan eliminasi TBC pada tahun 2030, didukung oleh pendekatan lintas sektor dan kemitraan yang luas, serta diatur dalam Peraturan Presiden No. 67 Tahun 2021.

GERCEP BETE mengintegrasikan tiga pilar utama yang inovatif: KRUPUK, KRIPIK, dan KRAMAS. Pilar pertama, KRUPUK (Kunjungi Rumah Pasien dan Kelompok Risiko), memastikan seluruh pasien TBC dikunjungi untuk Investigasi Kontak (IK) dan pemberian TPT bagi kontak erat pasien TBC bakteriologis, ODHIV yang belum bergejala TBC, serta pasien DM dengan gula darah tak terkendali yang menjalani tes mantoux. Pilar kedua, KRIPIK (Skrining dan Pastikan Kesehatan), melibatkan skrining TBC di Pos Pembinaan Terpadu-Lansia yang sudah terjadwal, melakukan scoring TBC pada balita di Posyandu, serta skrining dan sosialisasi kepada pekerja formal bersama program Kesehatan Kerja. Bahkan, skrining TBC menjadi bagian wajib dalam Medical Check-Up Kesehatan Haji. Pilar ketiga, KRAMAS (Kader Aktif Memastikan), melibatkan pembentukan kader TBC di setiap desa yang aktif melakukan pengawasan dan pelaporan pemberian TPT kepada anggota keluarga atau kontak serumah melalui grup WhatsApp TPT di masing-masing desa, serta melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kesehatan seperti Penabuluh untuk aktif melakukan IK dan pengawasan TPT.

Manfaat dari GERCEP BETE sangatlah signifikan. Program ini mampu menurunkan prevalensi TBC secara keseluruhan, serta meningkatkan jumlah individu yang menerima TPT. TPT secara efektif mencegah infeksi laten TBC berkembang menjadi TBC aktif, terutama bagi ODHIV yang memiliki risiko 18 kali lebih tinggi tanpa TPT. Bagi kontak serumah, TPT dapat menurunkan risiko penularan TBC aktif hingga 90% pada anak-anak dan 60–70% pada orang dewasa, serta membantu membunuh kuman TBC yang "tidur" dalam tubuh anak-anak sebelum menjadi penyakit aktif. Dengan semakin banyaknya individu yang menerima TPT, Indonesia akan lebih cepat mencapai target nasional kurang dari 65 kasus TBC per 100.000 penduduk pada tahun 2030. Inovasi ini juga membantu Puskesmas mencapai indikator TBC di masyarakat, mendorong peran serta keluarga dan masyarakat dalam edukasi, skrining, dan pemantauan TPT.

Dengan demikian, GERCEP BETE bukan hanya sekadar program pencegahan, melainkan sebuah gerakan komprehensif yang memberdayakan komunitas dan memanfaatkan kolaborasi lintas sektor untuk memutus rantai penularan TBC. Inovasi Puskesmas Kosambi ini merupakan bukti nyata komitmen dalam mewujudkan eliminasi TBC nasional, menciptakan masyarakat yang lebih sehat, dan melindungi kelompok rentan dari ancaman penyakit ini.

 






Selamat Datang di Web Terpadu Kabupaten Tangerang!

Kami menggunakan cookies untuk meningkatkan pengalaman Anda saat menjelajahi situs ini. Cookies membantu kami memahami preferensi Anda dan memungkinkan kami untuk memberikan konten yang lebih relevan dan pengalaman yang lebih personal. Dengan melanjutkan penggunaan situs ini, Anda menyetujui penggunaan cookies kami. Jika Anda memiliki pertanyaan atau kekhawatiran mengenai penggunaan cookies, jangan ragu untuk menghubungi kami.