Banjir Rendam Desa Ranca Kalapa, UPTD Puskesmas Panongan Buka Posko Kesehatan untuk Warga Terdampak
Panongan, Selasa 13 Januari 2026 – Banjir yang melanda wilayah Desa Ranca Kalapa, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, menyebabkan sejumlah pemukiman warga terendam air dan berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat. Menyikapi situasi tersebut, UPTD Puskesmas Panongan bergerak cepat dengan membuka Posko Kesehatan bagi warga terdampak banjir.
Banjir terjadi akibat kiriman air hujan dari wilayah Bogor yang mengalir melalui Sungai Cimanceuri dan meluap ke pemukiman warga. Berdasarkan laporan di lapangan, sejak dini hari sekitar pukul 06.00 WIB, ketinggian air mulai naik dan menyebar ke pemukiman warga. Pada pukul 09.00 WIB, air banjir telah merendam Kampung Bojong Dakir RT 03 RW 02 Desa Ranca Kalapa dengan ketinggian mencapai sekitar 30–50 cm dan masuk ke dalam rumah warga.
Wilayah terdampak banjir bertambah, meliputi dua RT yaitu RT 003 RW 002 dan RT 004 RW 001 Desa Ranca Kalapa. Total masyarakat yang terdampak banjir diperkirakan mencapai 20 hingga 25 Kepala Keluarga (KK). Hingga saat ini, sebagian besar warga masih bertahan dan beraktivitas di rumah masing-masing.
Sebagai bentuk kepedulian dan respon cepat terhadap kondisi darurat kesehatan, UPTD Puskesmas Panongan membuka Posko Kesehatan di lokasi banjir. Kegiatan ini mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Desa Ranca Kalapa yang dipimpin oleh Pj Kepala Desa Ranca Kalapa, Bapak Herman, S.H., M.Si.
Tim kesehatan UPTD Puskesmas Panongan yang hadir di lokasi dipimpin oleh perwakilan Kepala Puskesmas Panongan, yaitu Deasi Sagita, S.Tr.Keb., selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha UPTD Puskesmas Panongan. Tim medis yang bertugas terdiri dari Dokter Umum dr. Asmia Djunishap dan Perawat Akhmaliah, A.Md.Kep.
Dalam pelayanan kesehatan yang diberikan, tercatat sebanyak 24 pasien mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan pada tahap awal. Selain itu, di wilayah terdampak tambahan tercatat 7 pasien lainnya yang juga menerima pelayanan kesehatan dari tim medis.
Adapun keluhan kesehatan yang paling banyak dialami masyarakat terdampak banjir antara lain pusing, batuk dan pilek, mual, gatal-gatal, tekanan darah tinggi, kebas pada tangan, nyeri badan, kram, serta nyeri ulu hati. Tim kesehatan memberikan pemeriksaan, pengobatan, serta edukasi kesehatan kepada warga guna mencegah munculnya penyakit pascabanjir.
UPTD Puskesmas Panongan terus melakukan pemantauan kondisi kesehatan warga dan berkoordinasi dengan pemerintah desa serta pihak terkait untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal selama masa tanggap darurat banjir. Diharapkan dengan adanya Posko Kesehatan ini, kondisi kesehatan masyarakat Desa Ranca Kalapa dapat terjaga dan risiko penyakit akibat banjir dapat diminimalisir.
Nomor:02/PKM-PNG/2026/JA
Berita Lainnya
-
22 Apr 2026
Wabup Intan Canangkan Gaspol Kendalikan Bahan Pokok Dan Inflasi
Tangerang, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah akan mencanangkan Gerakan Kolaborasi Pengendalian Bahan Pokok dan ...
-
22 Apr 2026
Bupati Tangerang Resmikan Kantor BPJS Kesehatan Cabang Tigaraksa
Tangerang,–Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid bersama Direktur Utama BPJS Kesehatan meresmikan Kantor Cabang BPJS Kesehatan ...
-
22 Apr 2026
Bupati Tangerang Dorong DKKT Terus Bangkitkan dan Kembangkan Seni Budaya Kabupaten Tangerang
Tangerang,— Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid mendorong Dewan Kesenian Kabupaten Tangerang (DKKT) terus berkiprah nyata ...
-
22 Apr 2026
Buka Acara Penanaman 1000 Pohon di Situ Cihuni, Wabup Intan Harap RTH Semakin Meningkat
Tangerang, Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah membuka acara Penanaman 1000 Pohon dalam rangka memperingati ...
-
22 Apr 2026
Pemerintah Kabupaten Tangerang Perkuat Ketahanan Gizi Melalui DASHAT, Targetkan Ribuan Keluarga Berisiko Stunting di 2026
Tangerang – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) secara resmi ...