Tingkatkan Sinergi, Pemkab Tangerang Gelar Pertemuan Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir
TANGERANG –
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Dinas Kesehatan menggelar
kegiatan Pertemuan Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir
se-Kabupaten Tangerang. Acara penting yang berfokus pada penurunan angka
kematian ibu dan bayi ini resmi dibuka oleh Bupati Tangerang, Moch. Maesyal
Rasyid.
Dalam
sambutannya, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa keselamatan
ibu melahirkan dan bayi baru lahir merupakan prioritas utama dalam pembangunan
sektor kesehatan di Kabupaten Tangerang. Ia meminta seluruh lintas sektor untuk
memperkuat koordinasi dan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Pertemuan ini
dihadiri oleh berbagai jajaran pejabat daerah, organisasi profesi, hingga mitra
strategis kesehatan. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menunjukkan
komitmen kolektif dalam mengawal program kesehatan ibu dan anak di Kabupaten
Tangerang.
Adapun
pihak-pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain:
1. Unsur
Pemerintah & Legislatif: Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat,
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, serta para Kepala Badan dan Dinas
terkait.
2. Organisasi
Penggerak: Ketua TP PKK Kabupaten Tangerang dan Ketua Forum Peduli Kesehatan
Ibu dan Anak (FOPKIA).
3. Fasilitas
Kesehatan: Seluruh Direktur RSUD dan RS Swasta se-Kabupaten Tangerang, Wakil
Direktur Pelayanan RSUD Tangerang, serta seluruh Kepala Puskesmas di Kabupaten
Tangerang.
4. Organisasi
Profesi & Asosiasi: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Tangerang, Perkumpulan
Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Banten, Ikatan Bidan Indonesia (IBI)
Cabang Tangerang, dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI).
5. Instansi
Pendukung: Kepala UDD PMI Kabupaten Tangerang, Kepala Cabang BPJS Kesehatan
Tigaraksa, Kepala UPT PJK, Kepala UPTD PSC 119, serta perwakilan dari Momentum
Selaras Indonesia.
Kepala Dinas
Kesehatan Kabupaten Tangerang menjelaskan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk
mengevaluasi capaian program, memetakan kendala di lapangan, serta menyusun
strategi taktis yang lebih efektif.
Melalui
kolaborasi dengan jajaran Bidang di Dinas Kesehatan, rumah sakit swasta,
Puskesmas, hingga jejaring relawan seperti FOPKIA dan dukungan teknis dari
Momentum Selaras Indonesia, Pemkab Tangerang optimistis dapat mempercepat
penurunan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).
Dengan
terbentuknya Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir yang solid ini,
diharapkan sistem deteksi dini terhadap risiko kehamilan, penanganan
kegawatdaruratan, hingga proses rujukan medis di wilayah Kabupaten Tangerang
dapat berjalan lebih optimal, transparan, dan berpusat pada keselamatan pasien.
(Dinkes Kab.Tangerang/ppm/fq)
Nomor : PR/039-DINKES/V/2026
Berita Lainnya
-
19 May 2026
Buka Festival Literasi 2026, Bupati Tangerang Harap Budaya Literasi Meningkat
TANGERANG – Moch. Maesyal Rasyid secara resmi membuka Festival Literasi Tangerang Gemilang Tahun 2026 yang ...
-
19 May 2026
Buka Dialog Literasi Digital KWRI, Wabup Intan Nurul Hikmah Ingatkan Generasi Muda Tangerang Waspadai Dampak Era Post-Truth
TANGERANG,– Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, membuka sekaligus menjadi keynote speaker dalam acara Dialog ...
-
19 May 2026
Bupati Tekankan Penguatan Layanan Kesehatan Ibu dan Bayi di Kabupaten Tangerang
TANGERANG – Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid membuka acara pertemuan Tim Gerakan Penyelamatan Ibu dan ...
-
19 May 2026
Bupati Tangerang Tegaskan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Harus Transparan dan Obyektif
Tangerang, Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid menegaskan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Siswa Baru tahun ajaran ...
-
18 May 2026
Jelang Idul Adha, Pemkab Tangerang dan Forkopimda Perketat Pengawasan Hewan Kurban Berstandar ASUH
TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang bergerak cepat memastikan kesiapan wilayah menjelang Hari Raya Idul ...