BEDAH RUMAH DI KECAMATAN MAUK

1500 Rumah Layak Huni di Mauk, Tangerang dari Habitat for Humanity

Beberapa tahun belakangan ini sebuah organisasi kemanusiaan, Habitat for Humanitiy (HFH) telah membangun 500 rumah layak huni di Mauk, Tangerang, Banten. Masih ada 1000 rumah lagi yang akan dibangun oleh mereka di wilayah ini untuk menggantikan rumah-rumah yang kurang layak huni.

Mungkin ada jutaan rumah tak layak huni di berbagai wilayah di Indonesia. HFH bisa melakukan ini berkat bantuan dari berbagai perusahaan dan individu. Jika gerakan ini dimobilisasi secara nasional, akan ada banyak sekali sekali keluarga yang bisa menjalani hidup yg lebih sehat karena mendapatkan rumah yang layak huni. Pembangunan rumah bahkan dilakukan oleh para sukarelawan. Tercatat sejumlah selebriti yang telah menjadi sukarelawan untuk gerakan ini.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dalam rangkaian kegiatan peringatan Hari Kemanusiaan Sedunia (World Humanitarian Day) yang diperingati setiap tanggal 19 Agustus. Hari Kemanusiaan Sedunia diperingati untuk mengenang keberanian pekerja kemanusiaan yang terkadang melewati bahaya dan ancaman dalam menolong orang lain. Selain itu juga sebagai kesempatan untuk merayakan semangat yang menginspirasi karya kemanusiaan di seluruh dunia.

Kegiatan yang dinamakan Building for One Humanity yang dilaksanakan kemarin, tanggal 3 September 2016 bertempat di Kampung Kameng RT 01 / RW 01, Desa Kedung Dalem, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Sebanyak empat puluh pekerja kemanusiaan (sukarelawan) dari latar belakang organisasi/instansi/lembaga yang berbeda-beda bekerja sama membangun 4 rumah bersama dengan pemilik rumah masing-masing. Mereka membangun pondasi rumah, membuat tembok dan mengecat rumah.

Diharapkan, program ini bisa menjadi inspirasi karya kemanusiaan yang diikuti oleh segala kalangan mulai dari perusahaan, pemerintah, hingga individu. Karena masih sangat banyak keluarga berpenghasilan rendah yang terpaksa nggal di rumah dak layak huni. Kegiatan ini bekerja sama dengan Humanitarian Forum Indonesia dan juga United Nations Office for Coordinaon of Humanitarian Affairs (UN OCHA)

Dalam siaran persnya, HFH menyampaikan, bahwa rumah adalah salah satu hak asasi dan merupakan kebutuhan pokok bagi manusia, dimana keluarga menemukan beribu kebahagiaan dan kehangatan. “Karena itu membangun rumah, bukan hanya membangun tempat untuk berlindung namun membangun rumah adalah membangun masa depan dan membangun harapan,” tutur James Tumbuan, Direktur Nasional HFH. Diharapkan, program ini bisa menjadi inspirasi karya kemanusiaan yang diiku oleh segala kalangan mulai dari perusahaan, pemerintah, hingga individu. Karena masih sangat banyak keluarga berpenghasilan rendah yang terpaksa tinggal di rumah dak layak huni.

Bagus Dharmawan, manajer komunikasi HFH menyampaikan kwalifikasi bangunan yang dibangun oleh HFH sudah memenuhi standar rumah tinggal yang tahan gempa pada skala tertentu. Tidak hanya membangun rumah, HFH juga menyiapkan ketersediaan air bersih yang layak untuk dimasak. Menurut Aan, manajer teknik HFH, diperlukan sumur bor dengan kedalaman lebih dari 50 meter untuk mendapatkan air yang layak, karena wilayah Mauk hanya beberapa kilometer saja dari bibir pantai utara pulau Jawa. HFH di wilayah ini tidak hanya membangun rumah-rumah layak huni, tetapi juga memberikan penyuluhan tentang hidup sehat, sehingga saluran buang air kotor juga menjadi bagian yang diupayakan untuk dibenahi oleh HFH.


Bagikan artikel ini