Catatan dari Kegiatan Tribina di Curug Sangereng Dr. Umami, “Besyukur, Menerima dan Membahagiakan Orang”

Demikian tiga poin penting yang disampaiakan dr. Umami dalam acara pembinaan rutin Kelompok Tribina (BKB, BKR dan BKL). Tiga binaan yang dimaksud adalah para kader yang tergabung dalam Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Remaja (BKR) dan Bina Keluarga Lansia (BKL).

Kegiatan yang diselenggarakan bertempat di Desa Curug Sangerang Kecamatan Kelapadua, diikuti oleh kurang lebig 30 perserta. Dihadiri langsung oleh Kabid K3 dr. Umami, didampingi Ka. UPT Drs. Eddy Kusmaya, Nia Kusnaenah, Kordinator PPKBD (Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa) Lufita Anggi Gustiasari.

Dalam isi pembinaan dr Umami menjelaskan dan menegaskan, ketiga aspek tersebut sebagai berikut. Menerima, apa yang kurang dalam diri – tanpa menyalahkan orang lain. Memerima juga, tidak khawatir akan masa depan diri dan keluarga. Bersyukur juga mengandung makna, tidak menyesali masa lalu. Namun tidak juga mengagung-agungkan kejayaan di masa lalu, “Dulu ....duluuu ...orang tua saya kaya raya. Sekarang saja keadaan begini”, kata salah seorang peserta memberikan conto. Menurut Beliau, akan lebih sempurna apabila kita sudah mampu membahagiakan orang lain.
dr juga memberikan ilustrasi, tentang datangnya penyakit, berawal dari pikiran kita. Begitu juga obat mujarabnya bisa datang dari pikiran kita.

Hal lain yang disampaikannya; pertama, kelompok tersebut berupaya untuk mengadakan pertemuan rutin. Tidak hanya mengandalkan vasilitasi dari pemerintah, dalam hal ini DPPKB (Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana). Agar lebih efektif dan efisien, Beliau memberikan solusi, misalkan kegiatan BKB (Bina Keluarga Balita) bisa disatukan dengan BKL (Bina Keluaraga Lansia) dan seterusnya. Banyak kegiatan, sebenarnya bisa disatukan.

Sementara Nia Kunaenah, sebagai pendamping kegiatan, menekankan pada aspek tertib administrasi. Harus dikerjakan secara rutin dan dicicil, sehingga tidak terasa memberatkan. Kebiasaan menunda pekerjaan/administrasi, adalah hal yang harus dihindari.

Dia juga mengingatkan, agar prestasi yang telah diraih Curug Sangereng, supaya bisa dipertahankan. “Kita harus terus belajar dan belajar, memperkaya khasanah wawasan tentang semua yang berkaitan dengan program KKBPK”. Termasuk berlatih sebagai penyuluh di tengah-tengah masyarakat”, tandas Nia.

Penulis : Drs. EDI KUSMAYA, M.Pd

Wakil Ketua Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Banten


Bagikan artikel ini