Dinkes Bina 4 Sekolah Ikuti Lomba Bintang Kantin

TIGARKSA – Meningkatkan pemahaman guru, murid dan pedagang tentang keamanan jajanan pangan anak sekolah, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang menggelar sosialisasinya pada 4 sekolah yang dipersiapkan mengikuti Lomba Bintang Kantin.

Kegiatan sosialisasi dilaksanakan Seksi Farmasi dan Pengawasan Keamanan Pangan pada Bidang Pelayanan Kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, pekan ini telah dilaksanakan pada 4 sekolah yang akan mengikuti lomba digelar Balai POM Serang.

Keempat sekolah itu adalah SD Insan Madani, SD Savana Gading Serpong, SD Islamik Village dan  SD Plus Islamik Village. Keempat sekolah ini sebelumnya pernah mengikuti sosialisasi serupa dilaksanakan Balai POM Serang terkait keamanan pangan jajanan sekolah.

“Atas dasar itulah, sekolah-sekolah tersebut kini diajukan untuk mengikuti Lomba Bintang Kantin yang penilaiannya akan dilaksanakan pada September mendatang...” ungkap Muji Harja M.Farm., Apt, Kepala Seksi Farmasi dan Keamanan Pangan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Kamis (23/8/2018).

Dijelaskan dalam kegiatan sosialisasi ada dua aspek yang dilakukan, di antaranya melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang Keamanan Jajanan Sehat dan pengambilan sempel jajanan dari para pedagang yang ada di kantin sekolah sebagai langkah pembinaannya.

Lebih jauh, diharapkan nantinya semua sekolah yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang memiliki kantin sekolah sehat sehingga jajanan panganannya bisa lebih mudah terkontrol. Ini dilakukan karena para pedagang yang ada di luar pagar sekolah sangat sulit diberikan pembinaan. Pembinaan pernah dilakukan di sejumlah kantin sekolah namun hasilnya tidak jelas.

“Padahal bila semua komponen di sekolah, baik guru, murid dan pedagang, mau memahami dan menjaga keamanan panganan jajanan di sekolah, ini sangat baik untuk menjaga kesehatan para anak didik,” kata Muji Harja M.Farm., Apt.

Dituturkan ada 3 syarat jajanan sekolah disebut sehat, bila jajanan terbebas dari cemaran mikra, terbebas dari cemaran kimia, dan terbebas dari cemaran fisik.

Untuk itu, ungkap Muji Harja M.Farm., Apt, sangat diharapkan kegiatan sosialisasi keamanan jajanan sekolah dipahami elemen sekolah sehingga selanjutnya menjadi kesadaran untuk menjaganya.

sumber : dinkes.tangerangkab.go.id


Bagikan artikel ini