Tahun 2019, Dinkes Tetap Lanjuti Program TB Resisten Obat & HIV

TIGARAKSA -  Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang tahun ini terus menindak-lanjuti program TB Resisten Obat dengan TB dan pencarian kasus HIV.

Program ini ditargetkan dengan pencapaian sebanyak-banyak kasus jangkitannya, memperluas jejaring dengan klinik-klinik bersalin, dan pencarian kasus-kasus baru HIV berresiko.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmizi MARS, Selasa (8/1/2019), mengutarakan untuk pencarian kasus TB Resisten Obat pihaknya akan membuka kerja-sama dengan klinik-klinik, rumah-rumah sakit dan Rutan Jambe.

Langkah ini diambil karena kasus ini seringkali disebabkan pasien TB tidak terperhatikan untuk meminum obat secara rutin, bakan ada yang menghentikan pengobatan sebelum waktunya.

Agar penanganan paripurnanya, ungkap dr Hendra Tarmizi MARS, dalam penanganan kasus penyakit TB dan HIV, pihak dinas kesehatan membutuhkan dukungan dari semua elemen masyarakat, baik LSM kesehatan, instansi pemerintah, maupun swasta.

“Intinya semua harus ikut andil dalam melakukan pencegahan. Terlebih kasus HIV saat ini sudah hampir di semua kecamatan ditemukan kasusnya,” katanya.

Awalnya di wilayah Kecamatan Solear dinyatakan tidak ada kasus HIV, kini telah ditemukan. Sisi lainnya, tercatat pula ada 7 wilayah kecamatan dalam kategori garis merah karena terbanyak temuan kasus HIV.

“Agar kita dapat menekan kasus tersebut dibutuhkan peran semua pihak untuk membantu menginformasikan bila ada temuan agar dapat dilakukan pengobatannya dengan segera, sebelum menulari banyak orang lainnya…” cetus dr Hendra Tarmizi MARS.

Terkait itu pula, dinas kesehatan akan bekerjasama dengan rumah bidan dan klinik bersalin untuk melakukan pemeriksaan HIV kepada ibu hamil. Walau saat ini masih tergolong rendah temuan kasusnya, namun tidak ada salahnya untuk tetap waspada dalam melakukan pencegahannya.

“Karena di wilayah lain di Indonesia sudah banyak ditemukan kasus HIV pada ibu hamil,” ucapnya.

sumber : dinkes.tangerangkab.go.id


Bagikan artikel ini