Kini Pasangan Nikah Wajib Urus Surat Kesehatan di Puskesmas

TIGARAKSA – Dinas Kesehatan Kabupaten bekerja-sama Kantor Departemen Agama Kabupaten Tangerang menggelar Sosialisasi Akselerasi Cakupan Program Gizi, Imunisasi dan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE) Kesehatan Reproduksi (Kespro) melalui Sinergitas Pelayanan Kesehatan Calon Pengantin di Kabupaten Tangerang.

Acara ini diwarnai penandatanganan Kesepakatan antar Dinkes Kabupaten Tangerang dan Kantor Deperteman Agama Kabupaten Tangerang agar setiap calon pengantin yang akan menikah wajib membawa surat keterangan sehat dari hasil pemeriksaan kesehatan di puskesmas setempat.

Acara berlangsung di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang yang diikuti para kader kesehatan dan Kepala Puskesmas Kecamatan Balaraja dan Kecamatan Cisoka, tentu saja menjadi informasi penting bagi para calon pengantin yang akan menikah di wilayah Kabupaten Tangerang.

Tujuan dari kewajiban membawa surat keterangan sehat untuk mencegah terjadinya kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir. Terkait itu, jajaran dinas kesehatan siap menggalakan hasil kerja-sama ini kepada masyarakat.

H Abdul Manaf, Kepala KUA Kecamatan Cikupa sebagai narasumber dalam sosialisasi, menjelaskan dalam pernikahan ada 4 status hukumnya, yaitu Wajib, Sunah, Makruh dan Haram. Wajib memang sudah seharusnya para pria dan wanita yang sudah baligh untuk mendapatkan pasangan hidup dengan menjalankan pernikahan.

Sunah dan Makruh pernikahan, bila ada salah-satu pasangan mengidap suatu penyakit menular atau dapat membahayakan pasangannya. Sementara Haram, bila pernikahan itu dilaksanakan sementara salah-satu pasangannya yang mengidap penyakit menular tidak memberitahukan terlebih dahulu kepada pasangannya dan keluarganya.

Sementara Hj Dwiharti N SKM MKM, Kepala Bidang SDK-PM pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, memaparkan dengan kesepakatan ini kesehatan para pasangan akan menikah dapat terpantau sehingga pada akhirnya pasangan itu akan menjadi keluarga sehat dan harmonis.

Diakui sebenarnya program ini sudah ada sejak lama, namun jarang sekali dijalankan, sehingga pasangan pengantin baru yang memiliki penyakit menular tak terpantau pasangannya. “Kita siap menggalakan program ini untuk benar-benar dilaksanakan kepada setiap calon pengantin.”

Diharapkan para kader yang hadir dalam sosialisasi dapat menyampaikan pesan ini kepada setiap calon pengantin yang ada di wilayahnya masing-masing.


Bagikan artikel ini