Puskesmas Sukamulya Siap Terus Tangani Pasien ODGJ Sembuh

PETUGAS Kesehatan Jiwa Puskesmas Sukamulya terus melakukan penangan pasien jiwa yang baru pulang dari rumah sakit jiwa dengan tujuan pasien tersebut itu bisa sembuh total sehingga bisa bermasyarakat kembali dengan baik.

Ini misalnya dilakukan pada satu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sempat sakit 5 tahun dan telah dinyatakan sembuh, tetapi karena lalai tak meminum obatnya, akhirnya kambuh kembali. Bahkan sempat pula mengamuk dan melukai saudaranya, pada Mei 2020.

Puskesmas bersama RT-RW dan kelurahan akhirnya membawa kembali ODGJ ini ke RSJ Grogol untuk diobati. Kini ODGJ itu sudah kembali lagi karena dinilai sudah sembuh, tetapi pihak puskesmas bertekad akan memberi pengawasannya kembali secara lebih ketat.

Pemegang Program ODGJ pada Puskesmas Sukamulya, dr Nurohtun, Rabu (2/9/2020), mengakui seseorang ODGJ memang agak sulit untuk bisa dikatakan sembuh total. Walaupun dia terlihat sudah bisa berkomunikasi dan beraktifitas, dia harus terus diawasi keluarganya untuk rutin meminum obat secara teratur.

"Bila lepas kontrol dan tidak meminum obat lagi, bisa saja kambuh lagi, seperti halnya pasien itu," katanya.

Oleh karena itu, "kami menganjurkan kepada pihak keluarga agar tetap mengontrol pasien tetap meminum obat. Sering-sering diajak berkomunikasi, jangan dibiarkan dia melamun karena bisa mendatangkan daya-khayal yang membuat stress."

Lebih lanjut dikatakan para petugas Puskesmas Sukamulya siap untuk terus melakukan pengawasan kepada pasien ODGJ secara rutin dengan melakukan kunjungan ke rumah-rumah pasien.

"Namun, kami juga berharap kepada warga dan pengurus RT/RW dapat lebih peduli terhadap ODGJ. Bila terlihat kambuh atau ada ODGJ lainnya, segera laporkan kepada kami agar bisa mendapat penanganan pengobatannya, sebelum parah, pungkasnya.


Bagikan artikel ini