Bupati Tangerang Menjadi Narasumber Webinar PKN STAN

Bupati Tangerang Menjadi Narasumber Webinar PKN STAN

Tangerang -- Bupati Tangerang, A. Zaki Iskandar menjadi narasumber dalam seminar web (webinar) yang digelar oleh PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara) pada Jumat, (26/06/20).

Bupati Zaki didapuk menjadi narasumber oleh PKN STAN bersama Bupati Banggai Kepulauan dengan tema "Webinar Pengelolaan Keuangan Daerah Di Masa Pandemik Covid-19 dan Menuju New Normal".

Rahmadi Murwanto, selaku Direktur PKN STAN mengatakan bahwa webinar tersebut mengundang narasumber Bupati Tangerang  bersama Bupati Banggai Kepulauan, Rais D Adam, dengan jumlah peserta webinar kurang lebih 2000 orang dari berbagai kalangan, baik akademisi, ASN, maupun masyarakat umum.

"Semoga webinar ini bisa bermanfaat bagi semua dan bisa saling bertukar pengalaman dengan narasumber yang diundang," katanya.

Rahmadi mengatakan, kenapa pihaknya mengundang Bupati Tangerang sebagai narasumber, karena Kabupaten Tangerang sendiri dekat dengan episentrum wilayah Jabodetabek dan kita ingin mengetahui sejauh mana Kabupaten Tangerang dalam mengelola keuangannya di tengah pandemi Covid 19.

Sementara itu dalam paparannya Bupati Zaki mengungkapkan bahwa, di tengah pandemi ini, pada saat awal terjadinya kasus di Kab. Tangerang, pemerintah daerah gugup dalam menghadapi karena tidak pernah terjadi sebelumnya terjadi kasus seperti ini dan ketika sudah memasuki akhir April dan awal Mei, Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang sudah mulai bisa mengontrol situasi yang ada.

Terutama dalam pelaksanaan kegiatan APBD Kab. Tangerang di tengah pandemi tentu saja mengalami kejutan yang luar biasa, dan setelah dilakukan koordinasi dan konsultasi dengan Gubernur Banten dan juga Mendagri bahwa pemerintah pusat telah mengeluarkan peraturan untuk refocusing anggaran dan realisasi APBD khusus untuk penanganan covid 19.

"Pemerintah Kabupaten Tangerang melakukan realokasi, refocusing anggaran sesuai dengan peraturan yang ada dan sepengetahuan Gubernur, dan juga DPRD tentunya," terangnya di Ruang Kerja Bupati Tangerang ketika menjadi pembicara dalam webinar tersebut.

Di tengah perjalanan, Pemda Kab. Tangerang melakukan refocusing anggaran pertama adalah sebanyak Rp. 83 miliar lebih, dan ternyata realokasi anggaran pertama tersebut tidak cukup untuk mengatasi kondisi pandemik dan pemda melakukan refocusing kedua. Tentu saja itu atas dasar peraturan dari pemerintah pusat dan dengan nilai total alokasi anggaran kedua sebanyak Rp.150 miliar.

Dan dengan seiring waktu, Kab. Tangerang memutuskan realokasi anggaran ketiga sebesar Rp.172 miliar lebih untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

"Itu semua dilakukan untuk penanganan Covid-19, baik secara medis maupun penanganan dampak ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat dan dalam refocusing dan realokasi anggaran tersebut juga sudah sesuai dengan peraturan atau Instruksi Presiden yang telah ditetapkan," tuturnya.

Dan menurutnya, di Kabupaten Tangerang khususnya BPKAD, Bapenda dan Bappeda harus cermat dan teliti dalam penggunaan anggaran, terlebih di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

"Jadi bisa dibayangkan, 3 bulan yang lalu itu Pemerintah Kabupaten Tangerang dikagetkan dan dikejutkan dengan sesuatu yang tidak pernah kita duga dan bisa kita lihat bahkan tidak pernah kita bisa prediksi sampai kapan ini akan terjadi," pungkas Zaki.

Jadi total anggaran yang dibutuhkan untuk penanganan Covid-19 di Kab. Tangerang dan dampak sosialnya di Kabupaten Tangerang kurang lebih sebesar Rp. 600 miliar lebih anggaran yang dibutuhkan.

"Bagaimana kita menjalankan kembali roda perekonomian masyarakat di tengah pandemi, karena keberlangsungan ekonomi harus terus berjalan, jangan sampai kesehatan terkapar, ekonomi juga ikut terkapar. Nah, ini makanya kita harus segera memulai hidup normal baru di tengah pandemi untuk melangsungkan kehidupan perekonomian kita," tutupnya.

(Bidang IKP Diskominfo Kab. Tangerang)


Bagikan artikel ini