Camat Gunung Kaler Saedaman, Klarifikasi 2 Janda Kakak Beradik Nenek Saunah dan Nenek Karni Tidak Mendapat BLT dari Pemerintah

Tangerang -- Camat Gunung Kaler Kabupaten Tangerang, Saedaman mengklarifikasi pemberitaan media online yang menyebutkan bahwa dua janda yaitu Nenek Saunah dan Nenek Karni, Warga Kampung Bayur, RT 06 RW 03 Desa Cibetok, Kecamatan Gunung Kaler tidak pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah yang diberitakan pada Jumat 15 Mei 2020, bahwa itu tidak benar.

"Terkait pemberitaan yang menyebutkan bahwa dua janda kakak beradik warga di Gunung Kaler tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah itu tidak benar dan sangat amat keliru," tegas Saedaman kepada tim humas gugus tugas Covid-19 Kabupaten Tangerang, Sabtu (16/5/20).

Saedaman, yang pernah menjabat Sekretaris Camat Kecamatan Curug menjelaskan, yang bersangkutan (Saunah) dan nenek Karni merupakan penerima bantuan langsung dari pemerintah pusat, dan dari aparat Desa Cibetok juga sudah memberikan bantuan sembako untuknya pada saat sebelum puasa," bebernya.

Saedaman meminta kepada pihak media yang ingin memberitakan, diharapkan bisa melakukan kroscek lebih mendalam agar tidak muncul pemberitaan yang tidak sesuai fakta di lapangan.

"Harusnya media klarifikasi dengan aparat, baik tingkat desa maupun Kecamatan Gunung Kaler supaya dapat keterangan," ujarnya.

Dijelaskan dalam pemberitaan media tersebut bahwa Nenek Saunah (58), seorang janda tua yang hidup bersama adiknya Karmi (49) yang juga seorang janda di rumahnya di Kampung Bayur, RT 06 RW 03 Desa/Kelurahan Cibetok Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, tidak mendapatkan perhatian pemerintah adalah salah.

"Sebelum puasa, Kades Cibetok sudah membagikan sembako untuk nenek Saunah dan Ia juga terdaftar sebagai penerima bantuan tunai dari Pemerintah Pusat sebesar 600 ribu," kata Saedaman.

Kepala Desa Cibetok, Kecamatan Gunung Kaler, H. Aenilah Syarif menyampaikan, terkait kakak berardik Nenek Saunah dan nenek Karni pihaknya sudah melakukan penyaluran paket sembako sebelum turun bantuan sosial (Bansos) kepada warga Desa Cibetok yang kurang mampu seperti nenek jompo, janda-janda yang usianya rentan, fakir miskin dan anak yatim, tepatnya menjelang bulan puasa yang lalu.

"Saya sendiri turun langsung memberikan paket sembako kepada warga Desa Cibetok yang kurang mampu, tepatnya sebelum bulan puasa, dan untuk dokumen penyaluran paket sembako kepada warga kami punya," tegas H. Aenilah Syarif.

H. Aenilah Syarif melanjutkan, kalau dikatakan tidak ada bentuk perhatian pemerintah kepada Nenek Saunah dan Nenek Karni seperti yang diberitakan media online tersebut saya pikir tidak benar, bisa dikatakan berita bohong atau hoaks dan kita sudah konfirmasi ke Nenek Saunah dirinya tidak pernah diwawancarai oleh media itu.

"Dua hari yang lalu saya dihubungi oleh Pak Camat terkait berita Nenek Saunah, terus saya utus staf ke rumah nenek Saunah malam itu juga, nenek Saunah membantah tidak ada wartawan yang wawancara," ujar H. Aenilah Syarif.

Kades yang sangat familier dengan warganya ini juga menegaskan, nenek Saunah dan Nenek Karni juga mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp 600 ribu/bulan. Bukti penerimaan BLT Nenek Saunah dari kantor Pos yang pada saat pendistribusian di Balai Desa Cibetok kami pegang. Jadi berita itu tidak benar.

"Nenek Saunah mendapatkan BLT Rp 600 ribu perbulan. Pemberian BLT sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang kurang mampu atau dampak dari Covid-19," katanya.

Kades Cibetok ini juga mengatakan lebih lanjut bahwa Nenek Saunah dan Nenek Karni tinggal berdua dalam satu rumah, mereka berdua adik kakak juga sama-sama mendapatkan bantuan BLT, kalau Nenek Saunah sudah dicairkan lewat kantor pos, sedangkan Nenek Karni jadwalnya minggu depan.

Bahkan rumah yang mereka tempati adalah rumah hasil program bedah rumah program Pak Bupati Zaki yang direhab tahun 2017, rumah tampak dari depan sudah layak huni.

"Rumah nenek Saunah dan Nenek Karni sudah direhab, program Pak Bupati Zaki tahun 2017, foto yang diambil wartawan itu di ruang bagian dapurnya," tegas H. Aenilah Syarif.

Sementara itu di tempat terpisah, Nenek Saunah yang didampingi Nenek Karni, warga Kampung Bayur, RT 06 RW 03 Desa Cibetok Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang mengaku dirinya sudah mendapatkan bantuan BLT dari pemerintah Rp 600 ribu dan paket sembako yang diberikan Pemerintah Desa Cibetok jelang puasa kemarin.

"Saya sudah mendapatkan BLT Rp 600 ribu dan paket sembako dan saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah yang sudah berikan bantuan," kata Nenek Saunah kepada tim gugus tugas Covid-19 Desa Cibetok di rumahnya pada Jumat malam (15/5/20).

Diketahui pemberitaan sebelumnya oleh JAGUARNEWS77.COM – Raut wajah Nenek Saunah (58), seorang janda tua yang hidup bersama adiknya Karmi (49) yang juga seorang janda di rumahnya di Kampung Bayur, RT o6 RW o3 Desa/Kelurahan Cibetok Kecamatan Gunungkaler, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten awalnya iklas saja dengan kondisinya.

Ironisnya lagi, selama ini Nenek Saunah dan Karmi luput dari perhatian pemerintah sehingga tak ada bantuan apapun yang diterimanya dari pemerintah. ”Oleh sebab itu ia sangat berharap adanya bantuan, terlebih dengan situasi pandemi covid-19.“ Ditemui saat di rumahnya, Jumat (15/o5/2o2o ) Nenek Saunah mengatakan “Tidak pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah padahal kami sangat membutuhkan demi kebutuhan hidup kami." 

(Humas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Tangerang).


Bagikan artikel ini