Usaha Budidaya Lele, Masih Layakkah untuk Dikembangkan?

Usaha Budidaya Lele, Masih Layakkah untuk Dikembangkan?

Ikan lele merupakan komoditas unggulan budidaya ikan air tawar di Kabupaten Tangerang. Lele adalah jenis ikan yang cocok dikembangkan di wilayah Kabupaten Tangerang karena dapat dibudidayakan pada lahan sempit dengan padat tebar tinggi dan hemat air. Selain itu, ikan lele bisa diolah menjadi berbagai menu dan menu pecel lele lah yang paling diminati oleh sebagian masyarakat industri termasuk warga Kabupaten Tangerang.

Di sisi lain, pesatnya pertumbuhan jumlah penduduk berdampak pada besarnya kebutuhan pangan termasuk ikan lele sebagai sumber protein. Selama ini produksi lele mengalami peningkatan setiap tahunnya dan terus mendominasi komoditas budidaya air tawar dari tahun 2013 sampai 2018 (Gambar 1). Diketahui, pada periode enam tahun terakhir terdapat kenaikan produksi lele rata-rata sebesar 11.77 persen per tahun.

produksi perikanan

Sementara itu, berdasarkan data kinerja produksi menunjukkan usaha budidaya di Kabupaten Tangerang tergolong usaha skala kecil dengan jumlah produksi kurang dari 50 ton/tahun/pembudidaya dan luas lahan kurang dari 1000 m2/pembudidaya. Dari segi gender, pembudidaya lele umumnya berjenis kelamin laki-laki dengan status lahan milik sendiri. Adapun dari segmentasi usaha, mayoritas pembenih lele berada di wilayah Tangerang Tengah, sedangkan segmen pembesaran banyak tersebar di wilayah Tangerang Utara dan Barat.

Pada Gambar 2 tersebut menunjukkan grafik pergerakan harga jual per kilogram untuk ikan lele ukuran konsumsi dari Tahun 2013-2019. Harga ikan lele relatif stabil dan cenderung mengalami peningkatan tiap tahunnya. Sebagai informasi diketahui bahwa kebutuhan ikan lele di wilayah Jabodetabek adalah 120 ton/ hari. Pembudidaya di wilayah Bogor telah memasok sebanyak 30 ton/hari, sedangkan pembudidaya di Kabupaten Tangerang memasok sebesar 17.64 ton/hari. Potensi pasar masih terbuka sehingga usaha budidaya lele memiliki prospek untuk dikembangkan sebagai salah satu sumber mata pencaharian.

Hingga saat ini prospek tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena adanya berbagai keterbatasan seperti tingginya konversi lahan, pencemaran lingkungan, lahan sempit, modal sedikit, pengalaman kurang, harga pakan tinggi serta penguasaan teknologi rendah. Sementara itu, peningkatan produksi dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar memerlukan suatu strategi yang didukung oleh data kinerja produksi, karakteristik pembudidaya dan kondisi kualitas lingkungan budidaya. Strategi tersebut selanjutnya dijadikan masukan dalam penyusunan program kegiatan pemerintah Kabupaten Tangerang. Harapannya adalah dengan anggaran dana yang terbatas, pemerintah mampu menyusun program kegiatan yang efektif, efisien, ekonomis dan tepat sasaran sesuai dengan kondisi karakteristik serta kebutuhan masyarakat pembudidaya.

By: Nur Fauziyah


Bagikan artikel ini