Ikut Rasakan Deritanya, Bupati Periksa Murid SD Penderita Kusta

TIGARAKSA – Mencari masukan langsung penyebaran penyakit Kusta di wilayahnya, Bupati Tangerang H Ahmed Zaki Iskandar melakukan pemeriksaan penyakit itu yang diderita murid dua SD di Tigaraksa yang dilaporkan terkena penyakit Kusta.
Pemeriksaan pada bagian-bagian tubuh murid SD penderita Kusta dilakukan bupati didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr Desiriana Dinardianti MARS.
Kegiatan ini sebagai masukan bagi bupati untuk memprogram pencegahan dan penurunan angka jangkitan Kusta ke tahun-tahun berikutnya, sekaligus survai menjelang Peringatan Hari Kusta Sedunia,  akan diperingati tanggal 1 Pebruari yang akan digelar di GSG Tigaraksa.
Bupati Tangerang berharap para petugas kesehatan untuk terus melakukan pemantauan, penjangkauan, dan pengobatan kepada para penderita Kusta di seluruh wilayah. Pengharapannya penyakit ini bisa diturunkan angka penularannya di kalangan masyarakat.
Dipesankan pula penderita Kusta bersama keluarga dan masyarakat dapat berperan dalam melakukan pencegahan penyakit tersebut. Bagi penderita untuk bersedia diobati di Klinik Kusta yang ada di puskesmas-puskesmas. Bagi keluarga penderita mau membantu dan mendukung pengobatan anggota keluarganya yang menderita Kusta.
Sementara bagi masyarakat, semisal guru, kader kesehatan, dan elemen masyarakat lainnya, mau berperan membantu pelaporan adanya penderita Kusta kepada petugas kesehatan untuk diobati, serta mau memberi dorongan semangat kepada penderita dan keluarganya berobat ke klinik-klinik Kusta.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Desiriana Dinardianti MARS, mengakui masih ada masyarakat menilai penyakit Kusta sebagai penyakit keturunan atau kutukan yang tidak dapat disembuhkan, sehingga banyak masyarakat terkena penyakit ini malu untuk berobat.
Akibatnya penderitaan penyakit ini bagi penderitanya semakin menyebar ke bagian organ tubuh dan menimbulkan cacad.
Padahal penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium Lepra, bila masih bergejala dini semisal terdapat bundaran putih berbintik merah, dapat disembuhkan tanpa menimbulkan cacad.
Oleh sebab itu, diharapkan penderita mau secara dini diobati dengan keluarga yang mendukung serta masyarakat yang memberi kepedulian pencegahan penularannya.


Bagikan artikel ini