JOKOWI RESMIKAN RUNWAY 3 BANDARA SOETTA

Kosambi -- Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian empat fasilitas di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), yakni runway 3, East Cross Connection Taxiway, Terminal 3, dan gedung VIP Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Peresmian itu pun ditandai dengan menekan sirene.

Dalam peresmian ini, Jokowi didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Bupati Tangerang A Zaki Iskandar. Acara ini dilaksanakan di Gedung VIP Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (23/01/30).

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengatakan, saya berharap sejumlah fasilitas baru yang baru saja saya resmikan hari ini bisa mengantisipasi masalah lonjakan penumpang.

"Karena sudah kelihatan traffic semakin banyak, penumpang semakin banyak, jangan kita menunggu sampai penuh lagi. Sebelum penuh itu harus disiapkan dulu sehingga masyarakat, rakyat terlayani oleh Bandara Soekarno-Hatta ini," kata dia

Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Ir. Budi Karya Sumadi menjelaskan bahwa beberapa fasilitas di Bandara Soetta sudah dioperasikan terlebih dahulu, seperti Terminal 3, runway 3, dan East Cross Connection Taxiway. Sedangkan gedung VIP baru akan dioperasikan.

Lanjut Budi, saat ini Bandara Soetta memiliki tiga landas pacu, yaitu runway 1 yang terletak di selatan serta runway 2 dan runway 3 di utara.

"Runway 3 adalah yang dibangun baru dengan tujuan untuk memperlancar dan meningkatkan kapasitas penerbangan dan mendukung keselamatan penerbangan," kata Budi Karya.

Bupati Tangerang A Zaki Iskandar juga mengatakan, Dibangunnya runway 3 ini dapat membantu meningkatkan kapasitas pergerakan pesawat yang sudah sangat tinggi di Bandara ini. Selain meningkatkan kapasitas pergerakan pesawat, kecepatan dan pelayanan terhadap penumpang tentunya pembangunan runway ke-3 ini juga dapat meningkatkan keselamatan penerbangan di Bandara Soetta.

"Semoga dengan di resmikannya runway 3 ini bisa menjadi solusi kepadatan aktivitas pergerakan pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan dapat juga membantu masyarakat Kabupaten Tangerang yang semakin tahun semakin tinggi jumlah penduduknya" katanya.(Red/Diskominfo)


Bagikan artikel ini