PEMERINTAH KABUPATEN TANGERANG PERCEPAT PENCEGAHAN STUNTING

Jakarta -- Percepatan pencegahan anak kerdil (stunting) terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Tangerang dengan berbagai langkah-langkah yang terus dilakukan guna mengatasi stunting di Kabupaten Tangerang terus menurun. Hal ini disampaikan Bupati Tangerang, A Zaki Iskandar saat menghadiri penutupan Rapat Koordinasi Teknis Mendorong Konvergensi Program Percepatan Pencegahan Anak Kerdil (Stunting) di Wilayah Prioritas di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (03/10/19) malam.

Zaki juga mengatakan, peran pemerintah dalam penurunan stunting di Kabupaten Tangerang sangatlah penting. Untuk itu dalam mengatasi penurunan stunting di Kabupaten Tangerang kita terus mendorong agar dilaksanakan seperti memfasilitasi pembinaan, pemantauan, evaluasi dan tindak lanjut atas kebijakan dan pelaksanaan program dan mengkoordinasikan pelibatan institusi non pemerintah untuk mendukung aksi konvergensi / integrasi percepatan pencegahan stunting, serta membantu tugas Kementerian Dalam Negeri untuk melaksanakan penilaian kinerja kabupaten/kota dalam penyelenggaraan pencegahan stunting, termasuk memberikan umpan balik serta penghargaan kepada kabupaten/kota sesuai kapasitas provinsi yang bersangkutan.

"Penanganan stunting perlu kita kenali dengan pendekatan kearifan lokal dan pemanfaatan makanan lokal, serta perlu sinergi berbagai lembaga dalam upaya pencapaian penurunan stunting di Kabupaten Tangerang," ucap Zaki.

Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan III, Eduard Sigalingging menyampaikan, bahwa pemerintah sangat serius dalam mengatasi penurunan stunting di Indonesia.

Eduard juga mengimbau para kepala daerah agar dalam masalah penanganan stunting, tak lupa melibatkan komunikasi dengan tokoh masyarakat, Pemerintah pun mengupayakannya dengan melakukan strategi untuk melakukan percepatan penurunan angka stunting.

"Saya harapkan kerja samanya, dan kita terbuka bila para kepala daerah bisa bersama-sama bersinergi antara pusat dan daerah, sehingga efektif dan efisien dalam menangani stunting di Indonesia," pungkas Eduard. (Red/infokom)


Bagikan artikel ini