Catatan Kecil dari Harganas 2019

BANTEN MERIAHKAN VESTIFAL JUKUNG

Catatan Kecil dari Harganas 2019

 

Oleh : Eddy Kusmaya;  Wakil Ketua IPKB

(Ikatan Penulis Keluarga Berencana) Provinsi Banten 

 

Rabu (3/7/2019). Sungai Martapura yang melintas di tengah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mendadak jadi lebih berwarna. Gemerlap cahaya lampion dari perahu-perahu di sungai bersinar terang bermandikan cahaya lampu dari puluhan jukung hias yang berlalu lalang.  Rupanya, puluhan jukung hias ini sengaja dipasangi lampu-lampu lengkap dengan miniatur monumen khas daerah-daerah di Indonesia untuk meriahkan Festival KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi) Jukung Hias pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXVI.

Festival KIE Jukung Hias yang dipusatkan di Sungai Martapura khususnya di Kawasan Siring Menara Pandang Piere Tendean Banjarmasin ini,  dibuka langsung oleh Gubernur Kalsel, H. Sahbirin Noor didampingi Sekretaris Utama BKKBN, H Nofrijal. Event ini Parade jukung hias mengadopsi festival jukung hias yang merupakan kegiatan budaya sungai yang digelar tiap tahun oleh pemerintah kota Banjarmasin dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kota Banjarmasin.

Pelepasan parade pada Festival oleh Gubernur secara resmi ditandai dengan bunyi sirine dan kembang api yang menambah merah suasana.

"Filosofi dan pesan moral jukung sebagai salah satu cara dan kearifan masyarakat Banjar,  sangat relevan dalam menggambarkan dan mencerminkan bagaimana sebuah keluarga dalam mengarungi kehidupannya, menjadi nilai atau tradisi yang terus dibangun dan dikembangkan dalam kehidupan keseharian keluarga Indonesia," kata Sekretaris Utama BKKBN Nofrijal saat Nofrijal saat memberi sambutan.

Walau awal acara kawasan sempat diguyur hujan, tak menyurutkan panitia dan masyarakat menyaksikan event tahunan. Kali ini sangat istiwewa karena disatukan dengan hajat nasional. Satu persatu Jukung Hias yang membawa minatur monumen ciri khas setiap Provinsi di Indonesia berparade di Sungai Martapura dan otomatis menarik perhatian ratusan masyarakat di kawasan Siring Menara Pandang.

Lebih spesifik, setidaknya total ada tiga puluh empat jukung hias yang dilibatkan pada Festival KIE Jukung Hias Peringatan Harganas XXVI yang dituanrumahi Provinsi Kalsel.

Meriahnya Festival KIE Jukung Hias  terselenggaranya atas kerjasama BKKBN Pemerintah Provinsi Kalsel, Pemerintah Kota Banjarmasin dan Banjarbaru ini bahkan mendapatkan Rekor Muri sebagai kejadian superlative karena pertamakali diselenggarakan dan diperingati melibatkan atraksi sungai. Tak ketinggalan Tim Jukung Hias BKKBN Banten, lengkap dengan icon mercuarnya dan tentunya pernik-pernik Tanah Jawara.

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dalam kesempatan tersebut juga mengungkapkan bahwa ini pertama dalam sejarah, ada 34 perahu yang dihias dengan ciri provinsi dari seluruh Indonesia semua disatukan di sungai Martapura.

Penyerahan Tanda Rekor Muri pun diterima secara bersama-sama oleh Gubernur Kalsel, Sekretaris Utama BKKBN dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Kalsel.

Menyaksikan langsung acara di kota seribu sungai, teringat dengan Festival Cisadane. Jadi Banten juga punya potensi yang tidak kalah dengan Kota Tua Armartapura Kalsel. Bahkan dalam beberapa hal, Cisadane punya spesifikasi yang lebih khas dan sangat potensial untuk dijual pada wisatawan. Diantaranya pusat kuliner Pasar Lama, perahu naga dan bisa diperkaya dengan kearipan local Banten lainnya.

"Kegiatan ini merupakan wujud dukungan Pemprov Kalsel kepada program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Semoga kegiatan ini menjadi sarana Komunikasi Informasi dan Edukasi program KKBPK sehingga dapat mendorong terciptanya keluarga sejahtera," kata Sahbirin Noor.

Sekretaris Utama BKKBN, Nofrijal, menegaskan, BKKBN mendorong terbentuknya keluarga yang mampu merencanakan masa depan. "Ketika hidup mereka terencana, maka tujuan-tujuan akhir berupa perubahan perilaku lebih mungkin dan lebih mudah terwujud. Kalau Terencana, Semua Lebih Mudah," jelas Nofrijal.

Mengintegrasikan festival jukung hias dalam perayaan Harganas yang mampu menarik perhatian masyarakat menjadi momentum strategis untuk promosi, sosialisasi dan Komunikasi Informasi dan Eduaksi Program KKBPK.

"Jika keluarga yang terencana dan berkualitas tadi diibaratkan sebuah jukung, niscaya akan laksana jukung yang terhias dengan indah, jukung yang kuat dan kokoh, jukung yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh penumpangnya, jukung yang mudah dikendalikan oleh awaknya dan mampu membawa semua penumpangnya dengan lebih mudah mencapai tujuan," pungkas Nofrijal.

Festival semakin lengkap dengan hadirnya ratusan pedagang yang memenuhi bibir sungai, terutama dengan berbagai kudapan khas Kalimantan Selatan antara lain; Soto banjar adalah makanan yang paling terkenal di sini. Hampir semua orang mengetahui makanan khas yang satu ini. Soto banjar, dibuat dari daging ayam sebagai sajian yang istimewa, rasa soto yang sangat segar dan nikmat yang dibuat dari berbagai macam rempah-rempah seperti bawang merah, bawang puitih, jintan, adas, dan kayu manis.

Tambahan dari jeruk nipis membuat sajian kuliner yang satu ini memiliki rasa yang begitu segar. Menu makan siang sangat cocok dijadikan.

Ketupat kandangan banjar adalah menu salah satu makanan khas Kalimantan Selatan yang akan lebih istimewa lagi  di hari raya Idul Fitri. Menu yang satu ini dapat Anda temui dengan mudah saat raya Idul Fitri atau Lebaran telah tiba. Karena selain menu ketupat biasa di Kalimantan Selatan juga ada Ketupat Kandangan Banjar, yang membedakan ketupat dengan ketupat lainnya adalah ketupat kandangan, banjar mengunakan ikan tongkol untuk bahan utama dari makanan ini.

Makanan khas selanjutnya adalah Tumis Kacang Banjar.  Tumis kacang banjar ini memiliki keistimewaan yang lebih dari yang lain. Makanan ini memiliki campuran bumbu yang cukup banyak. Lebih istimewa makanan tersiri dari  campuran ikan dan juga udang. 

Lontong banjar, adalah kudapan lain adalah salah satu makanan yang sangat terkenal di Kalimatan Selatan. Sajian kuliner yang satu ini dapat temui dibanyak tempat di kota Banjarmasin dan juga di seluruh Provinsi Kalimatan Selatan dengan mudah.

Oleh karena itu ini adalah makanan yang wajib sajikan saat mengunjungi Kalimantan Selatan. Lontong banjar dibuat dari buah nangka yang diolah dengan menggunakan santan.

Gangan asam adalah salah masakan rumahan dari Kalimantan Selatan. Walau masakan rumahan rasa dari kuliner yang satu ini tidak bisa dianggap remeh. Cita rasa segar dapat dinikmati dari makanan yang satu ini. Gangan dalam bahasa Kalimantan Selatan artinya sayur. Namun gangan asam tidak sama dengan sayur asam yang ada di Pulau Jawa. Gangan asam timun, tomat, laos, dan kunyit.

Lebih unik lagi ditambah gangan asam yang ditambahkan dengan campuran lain seperti sayur lain atau ditambah ikan sesuai dengan selera.

Sup mutiara adalah makanan dari Kalimantan Selatan yang menggunakan daging ayam sebagai bahan bakar. Yang unik adalah daging ayam yang tidak dicampurkan dengan begitu saja sehingga dibuat bola-bola dan inilah salah satu mengapa makanan ini dinamakan sup mutiara. (Eddy Koesmaya)

 


Bagikan artikel ini