Dinkes Kab Tangerang Gelar Pelatihan Pembentukan Kepel Nasi

TANGERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang melaksanakan Pelatihan Pembentukan Kelompok Peduli Anak Sehat Indonesia (Kepel Nasi)/Pos Gizi di Gedung Darma Wanita.

Pelatihan dilaksanakan dalam dua gelombang, gelombang pertama dilakukan Senin (1/7/2019) hingga Kamis (4/7/2019) dan gelombang kedua dilaksanakan Senin (8/7/2019) hingga Kamis (11/7/2019).

Pada gelombang pertama diikuti sedikitnya 40 kader posyandu dari 4 desa yang terkondisi terdapat sejumlah anak memerlukan perbaikan gizi. Yaitu Desa Cirarab di Kecamatan Legok, Desa Kiara Payung di Kecamatan Pakuhaji, Desa Cijeruk di Kecamatan Mekar Baru, dan Desa Tamiang di Kecamatan Gunung Kaler.

Sementara gelombang kedua juga diikuti sedikitnya 40 kader posyandu dari 4 desa yang teridentifikasi sebagai Desa Tuntas dari Pemkab Tangerang/ Yaitu Desa Kohod di Kecamatan Pakuhaji, Desa Pangkalan di Kecamatan Teluknaga, Desa Kronjo di Kecamatan Kronjo, dan Desa Pangarengan di Kecamatan Rajeg.

Kusnadi, Kepala Seksi Gizi pada Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinkes Kabupaten Tangerang, Senin (8/7/2019), mengatakan pelatihan ini bertujuan agar para kader posyandu dapat membentuk 2 pos Kelompok Peduli Anak Sehat Indonesia (Kepel Nasi) di wilayahnya masing-masing dengan jumlah kader maksimal dalam 1 pos sebanyak 15 orang.

“Pelatihan Kepel Nasi juga bertujuan agar kader-kader posyandu memahami pentingnya makanan dan minuman sehat bagi balita binaannya sebagai pemenuhan gizi yang baik,” katanya.

Beberapa materi yang diberikan, meliputi Kebijakan Program Perbaikan Gizi, Sejarah Program Perbaikan Gizi, Perbaikan Gizi Balita di Kabupaten Tangerang, serta Pemberian Makanan Balita dan Anak.

Saat kegiatan pelatihan pun, panitia memberikan pemahaman tentang memberi makan anak berusia kurang dari 6 bulan saat sakit dan saat sembuh. Diberikan pula pemahaman kapan membawa anak ke fasilitas kesehatan, di antaranya saat mengalami kejang demam, dan lain-lain.

Tidak hanya itu para kader pun diberikan pemahaman keterampilan konseling untuk para ibu balita yaitu konsep mendengarkan dan mempelajari.

“Pentingnya menjaga kesehatan dan gizi di 1.000 hari pertama kelahiran (HPK) yaitu sejak kehamilan hingga anak 2 tahun sebagai upaya cegah stunting,” papar Kusnadi.


Bagikan artikel ini