RUMAH KITA ADALAH SENANDUNGMU IBU

RUMAH KITA ADALAH SENANDUNGMU IBU

Karya : TETENG JUMARA (Ketua IPKB Banten)

 

 

seruling bambu

denting dawai kecapi

mengalun merdu

senandung dari hatimu ibu

 

sapaan ramah

setiap saat kau ucapkan ayah

degup jantungmu berdetak renyah

bumi serasa damai dan indah

 

ayah, ibu dengarlah …….

rumah adalah syurga kita

tempat merebahkan jiwa yang lelah

berlindung dari hujan dan badai yang tak ramah

 

aku ingin berlari

mengejar angan dan harapan

yang tersimpan di awan-awan putih melayang

dalam mimpi yang terus membayang

 

aku terbang seperti burung elang

melayang diantara gugusan awan

meliuk-liuk diantara puncak pegunungan

di pucuk-pucuk hijau dedaunan

 

sapaanmu yang lembut, ibu

belaianmu yang ramah, ayah

aku tegak berdiri mengejar asa

mewujudkan cita-cita

 

ayah, ibu dengarlah ……….

rumah kita yang terbuat dari daun ilalang

biliknya kasih saying

atapnya rahmat dan ridho ilahi robbi, tuhan maha penyayang

 

anakmu sehat dan kuat

selalu kau rawat

kau sirami dengan do’a dan kasih saying

kasihmu sepanjang jalan senantiasa kau curahkan

 

 

rumah kita adalah pelabuhan

tempat perahu melempar sauh

merebahkan jiwa yang lelah

menata kembali semangat yang hampir punah

 

rumah kita adalah senandungmu ibu

nelengnengkung nelengnengkung geura gede geura jangkung

geura sakola ka bandung

geura mikanyaah indung

 

rumah kita adalah senyuman ramah ayah

sapaan lembut tatkala sedang susah

belaian sayang tatkala jiwa terbelah

ketika harga diri hanya seonggok tumpukan sampah

 

rumah kita adalah istana raja-raja

singgasana terbuat dari intan permata

derai tawa dan canda ria

diantara tangis dan airmata

 

ayah, ibu dengarlah ………….

aku mencintaimu seperti mawar dengan harumnya

seperti bumi dengan langitnya

seperti dawai dengan dentingnya

 

 

aku mencintaimu seperti sambal dengan pedasnya

seperti sayur dengan garamnya

seperti nelayan dengan lautnya

seperti gelombang dengan deburnya

 

seperti puisi ini …………

yang kupersembahkan kepadamu

 

Tangerang, penghujung tahun 2018.


Bagikan artikel ini