Pertemuan Internal SPM Bahas Pendataan HIV/AID & IMS

TIGARAKSA - Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengadakan kegiatan pertemuan internal Standar Pelayanan Minimal (SPM) Program HIV/AIDS dan IMS.

Kegiatan dimaksudkan sebagai upaya memberi pemahaman lebih kepada peserta terhadap jenis-jenis penyakit menular itu dilaksanakan Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Ruang Parakan, Gedung PU Tigaraksa, Selasa (2/4/2019).

Para pesertanya di antaranya Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, seluruh kepala bidang, seluruh kepala seksi, seluruh kepala sub bagian, kepala instalasi farmasi di lingkup Dinas Kabupaten Tangerang, dan 44 Kepala Puskesmas se-Kabupaten Tangerang.

Ditampilkan narasumber dr Aman, Kasie PIMS pada Subdit HIV Kemenkes RI Jakarta dengan materi Standar Pelayanan Minimal dalam Program HIV. Juga tampil dr Ria Okta, Kasie P2P Dinas Kesehatan Provinsi Banten dengan materi Strategi Kebijakan Program HIV.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Hendra Tarmizi MARS, berharap para peserta setelah pertemuan bisa lebih memiliki pemahaman terhadap kasus penyakit menular.

Penyakit ini dapat disembuhkan dan diminimalisir dampaknya dengan melakukan pengobatan dan pencegahan terbaiknya. “Kita harus dapat menemukan kasus tersebut sebanyak-banyaknya sampai tahun 2021 dengan melibatkan KKNU,” katanya. Nantinya temuan-temuan itu akan dibarengi dengan proses pengobatannya.

Diharapkan setelah penemuan banyak kasus penyakit tersebut dan dilakukan pengobatan secara intensif, maka angka kasus penyakit menular akan turun. “Inilah yang harus kita pahami tentang masalah penanganan penyakit menular.”

Terkait itu, diharapkan ada pendataan terbaik dari hasil pemantauan penyakit menular yang dilakukan para pemegang program penyakit menular. Misalnya berapa pasien penyakit menular dibandingkan jumlah penduduk, berapa yang mendapat pengobatan, dan berapa yang sudah disembuhkan.

Diharapkan juga semua data pemantauan itu sudah masuk SIHA dan SIPT agar dinas kesehatan dapat melakukan pemantauan dan penyusunan program penanggulangan terbaiknya, ucap dr Hendra Tarmizi MARS.

sumber : dinkes.tangerangkab.go.id


Bagikan artikel ini