Dinkes Siap Sosialisasi Secara Maraton Cegah Stunting

TIGARAKSA - Walau temuan stunting (tubuh pendek pada anak) di wilayah Kabupaten Tangerang masih tergolong rendah, di bawah angka temuan di Provinsi Banten, namun Dinkes Kabupaten Tangerang tetap menjadikan program pencegahannya bernilai utama.

Misalnya, di Bulan Febuari nanti, Tim Seksi Gizi pada Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, siap melakukan sosialisasi pencegahan stunting ke setiap wilayah kecamatan di Kabupaten Tangerang.

Kusnadi SKM MKM, Kepala Seksi Gizi pada Bidang Kesehatan Masyarakat, Selasa (15/1/2019), mengutarakan awal kegiatan didahului dengan melakukan sosialisasi kepada 29 camat bersama para ketua PKK kecamatan dan 44 kepala puskesmas pada 27 Januari 2019 di Hotel Yasmin bertepatan dengan Perayaan Hari Gizi.

Setelah itu, baru dilanjutkan dengan sosialisasi secara maraton kepada masyarakat di kecamatan-kecamatan, tambahnya.

Diungkapkan Kusnadi SKM MKM, setahun lalu yaitu di tahun 2018 telah dilaksanakan sosialisasi stunting kepada masyarakat di 10 kecamatan, yaitu bagi masyarakat Kecamatan Jambe, Kecamatan Pakuhaji, Kecamatan Jayanti, Kecamatan Mekar Baru, Kecamatan Kronjo, Kecamatan Teluk Naga, Kecamatan Pagedangan, Kecamatan Mauk, Kecamatan Gunung Kaler dan Kecamatan Rajeg.

Dijelaskan dalam melakukan pencegahan stunting harus dimulai dari masa kehamilan karena asupan gizi berperanan penting dalam pertumbuhan si bayi, sesuai dengan anjuran pemerintah untuk menjaga kesehatan bayi dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan.

“Di sini ibu hamil wajib menjaga dan merawat masa kehamilannya hingga melahirkan. Selanjutnya bayi yang dilahirkan wajib diberi ASI dengan metoda eksklusif serta makanan tambahan selama 2 tahun,” kata Kusnadi SKM MKM.

Dipaparkan hal ini menjadi salah-satu program pencegahan stunting yang terbaik. Karena kalau anak sudah berusia 2 tahun ke atas sudah bukan lagi pencegahan dan sangat berat untuk merubah kejadian stuntingnya. 

Dalam melakukan pencegahan stunting, ungkap Kusnadi SKM MKM, dampak positif yang akan didapat anak bukan hanya mencegah tubuh pendek saja tetapi juga dapat meningkatkan kecerdasan dan membangkitkan motorik si anak.

Terkait ini, peranan pemerintah dan para kader kesehatan sangat dibutuhkan untuk menekan angka stunting di tiap-tiap wilayah. ***

Stunting sendiri adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya.

Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia 2 tahun.

sumber : dinkes.tangerangkab.go.id


Bagikan artikel ini