7 Puskesmas Diajak Kaji-banding SDIDTK ke Puskesmas Cimapolan

TIGARAKSA – Kaji-banding Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK), sebanyak 7 kepala puskesmas di Kabupaten Tangerang diajak berkunjung ke Puskesmas Cimapolan di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (30/11/2018).

Ke-7 kepala puskesmas yang diajak pada kegiatan digelar Seksi Kesehatan Keluarga pada Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinkes Kabupaten Tangerang adalah Kepala Puskesmas Rajeg, Kepala Puskesmas Sukatani, Kepala Puskesmas Pasirnangka, Kepala Puskesmas Pagedangan, Kepala Puskesmas Cikupa, Kepala Puskesmas Panongan, dan Kepala Puskesmas Jambe.

Kepala Seksi Kesehatan Keluarga pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Hj Sri Indriyani, menjelaskan SDIDTK adalah salah-satu program di jajarannya yang akan ditingkatkan pelayannya di setiap puskesmas.

“Untuk saat ini, memang baru 7 puskesmas yang sudah mendapat pembinaan dan pelatihan dalam memberikan pelayanan SDIDTK. Nantinya SDIDTK akan kita jadikan pilot proyek atau proyek percontohan untuk puskesmas-puskesmas lain yang ada di wilayah Kabupaten Tangerang,” ungkapnya.

Dalam hal ini, tentunya puskesmas tidak bisa jalan sendiri dalam melaksanakan program tersebut. Diharuskan ada kerja-sama yang baik dari semua leading sector terkait, terutama PAUD dan TK. Selain itu, CSR perusahaan-perusahaan juga perlu diraih sebagai dukungannya.

Lalu dr Hj Sri Indriyani memaparkan makna dari Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK), yaitu: Pertama, simulasi adalah kegiatan merangsang kemampuan dasar anak umur 0-6 tahun. Kedua, deteksi adalah kegiatan atau pemeriksaan untuk menemukan secara dini adanya pertumbuhan kepada balita dan anak pra sekolah.

Ketiga, intervensi adalah suatu tindakan tertentu pada anak yang mempunyai perkembangan yang menyimpang karena tidak sesuai pada umumnya. Keempat, Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran berat dan tinggi badan serta lingkar kepala. Kelima, perkembangan adalah berubahnya fungsi tubuh di anak.

Lebih lanjut disampaikan, program ini sangat baik untuk diterapkan bagi anak batita dan balita untuk memantau tumbuh-kembang mereka. “Untuk itu sangat diharapkan para PAUD dan TK bisa bekerja-sama dengan puskesmas dalam menjalankan program ini,” pungkas  dr Hj Sri Indriyani.

sumber : dinkes.tangerangkab.go.id


Bagikan artikel ini