Dirawat PTRM Puskesmas Jl Emas, Pasien Nafza Tersembuhkan

KELAPA DUA - Sejumlah pasien nafzah yang mendapat perawatan dan pengobatannya di Klinik Program Terapi Rumatan Metadon (PTRM) Puskesmas Jl Emas, kini dinyatakan sudah bisa hidup dengan normal dan bisa bekerja.

Diutarakan dr Yasmina Ediani, Kepala Puskesmas Jl Emas, Kamis (22/11/2018), sedikitnya 10 persen dari total 78 pasien yang terdaftar dirawat di kliniknya yang berdiri sejak 2009 ini, telah mampu bersosialisasi kembali ke masyarakat dengan normal.

"Ada yang sudah bekerja di bank, bekerja di hotel dan lain-lain tempat kerja…" katanya.

Dijelaskan para pasien di klinik PTRM ini adalah para pengguna Napza Suntik di antaranya putaw. Mereka diberikan terapi penyembuhan kecanduan dengan menggunakan Metadon secara berkala sampai bisa terlepas dari kecanduannya.

"Tahun ini yang masih menjalankan terapi ada 13 orang lagi, mudah-mudahan dalam beberapa waktu mendatang akan ada satu orang lagi yang pulih," tambah dr Yasmina.

Adapun sejak 2 tahun terakhir, ke klinik ini sudah tidak ada lagi pasien baru.

Sementara Anton Timur, Petugas Apoteker Klinik PTRM Puskesmas Jl Emas, menambahkan di puskesmasnya hanya menerima pasien pengguna Napza Suntik.

Para pengguna Napza Suntik itu bersifat depresan atau lebih kepada fisik. Sementara yang narkoba, semisal sabu, itu bersifat stimulan atau lebih kepada psikologis.

"Biasanya jika ada pasien kecanduan sabu kami berikan assessment konseling, lalu kami rujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut," urainya.

 

sumber: dinkes.tangerangkab.go.id


Bagikan artikel ini