Puskesmas Panongan Gelar Safari KB Bagi Masyarakat

PANONGAN - Mencegah kehamilan di usia resiko tinggi (resti) sebagai bagian menurunkan angka kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir, Petugas Puskesmas Panongan menggelar Safari KB bagi masyarakat 7 desa dan 1 kelurahan se-Kecamatan Panongan.

Tujuan dari kegiatan ini memberi pemahaman tentang resti bagi wanita di usia yang kurang ideal mengandung, lalu mengajak masyarakat untuk mau mengikuti program KB, dan memberi pelayanan pemasangan alat KB.

Kepala Puskesmas Panongan, drg Farah Sageir, Rabu (12/9/2018), mengakui masih banyak masyarakat di wilayah binaannya belum memahami tentang program KB. Ini dibuktikan masyarakat yang hadir dalam acara safari di Aula Kantor Kecamatan Panongan pun belum maksimal.

Tercatat yang ikut safari dan memasang IUD sebanyak 2 akseptor dan memasang Implan 11 akseptor. Mereka datang dari 3 desa, yaitu Desa Panongan, Desa Ranca Iyuh, dan Desa Mekar Jaya. Sementara masyarakat dari 3 desa dan 1 kelurahan lainnya belum terlihat terlibat dalam kegiatan ini.

Diakui drg Farah Sageir, masyarakat yang kurang memahami program KB sebagian besar adalah masyarakat yang masih beranggapan, "banyak anak banyak rizeki", sehingga program ini dianggap bisa menjadi penghambat rezeki.

Sebab itu, pandangan serupa ini akhirnya menjadi tantangan tersendiri bagi para petugas puskesmas dan para kader kesehatan lapangan untuk masyarakat pentingnya program KB. Sebab, selain dapat mencegah kematian pada ibu melahirkan di usia resti dan anak baru lahir, juga program ini bisa mengurangi beban hidup keluarga dengan banyak anak sehingga hidup keluarga bisa lebih sejahtera.

Agar Safari KB bisa mecapai target sasaran ke seluruh desa  dan kelurahan, ungkap drg Farah Sageir, para petugas puskesmas dibantu bidan desa dan para kader kesehatan harus terus menyosialisasi dan membina masyarakat dan pasangan usia subur supaya bisa ikut program KB.

sumber : dinkes.tangerangkab.go.id


Bagikan artikel ini