Puskesmas Kutabumi Sasar ORI Bagi 55.000 Anak-Remaja

PASAR KEMIS – Sesuai instruksi dari Kementerian Kesehatan RI, Puskesmas Kutabumi melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) atau Imunisasi Massal Difteri sebagai respon KLB Difteri yang terjadi beberapa waktu lalu.

Kepala Puskesmas Kutabumi, drg Cristina Handar, Jumat (24/8/2018), mengatakan ORI Difteri dilakukan untuk menghadapi penyakit yang disebabkan bakteri Corynebacterium Diphteriae.

Difteri merupakan satu penyakit yang sangat menular dengan masa inkubasi dua sampai lima hari dan bisa menular dalam waktu dua sampai empat pekan.

“Pelaksanaan ORI di wilayah kami dilakukan sejak bulan Juli 2018 dengan jumlah sasaran sedikitnya 55.000 orang berusia antara 9 bulan hingga 19 tahun,” katanya.

Dalam pelaksanaannya sejumlah petugas Puskesmas Kutabumi secara bergiliran mendatangi posyandu-posyandu dan sekolah-sekolah, baik tingkat TK hingga ke tingkat SMA. “Ada 68 posyandu dan sedikitnya 143 sekolah yang kami datangi,” tambahnya.

Untuk memaksimalkan cakupan pelayanan dalam kegiatan ini, Puskesmas Kutabumi juga bekerjasama dengan 33 klinik swasta dan bidan swasta yang turut membantu melakukan penyuntikan imunisasi kepada anak-anak.

Diinformasikan ORI adalah kegiatan imunisasi tambahan yang khusus dilakukan di daerah yang mengalami KLB. Diharapkan melalui kegiatan ORI ini Difteri dapat diputus mata-rantai penyebarannya, ungkap drg Cristina Handar.

sumber : dinkes.tangerangkab.go.id


Bagikan artikel ini