Sikap Tanggap-siaga Tim Keswa Puskesmas Panongan

PANONGAN – Petugas kesehatan jiwa di puskesmas-puskesmas memang sesekali mempunyai cerita unik tersendiri. Mereka dituntut tanggap-siaga bila masuk laporan ada warga yang terganggu jiwanya mengamuk sehingga membuat geger kampung.

Inilah yang dilakukan Petugas Kesehatan Jiwa (Keswa) Puskesmas Panongan pada 19 Januari 2018 yang langsung menangani amukan warga sakit jiwa, sesaat laporan warga masuk ke puskesmas.

Sesuai laporan, ada seorang lelaki, warga Desa Peusar, Kecamatan Panongan, berusia 57 tahun, mengamuk di lingkungannya. Dia merusak poskamling yang ada di dekat rumahnya dan dikhawatirkan berpotensi lebih jauh mengganggu ketenteraman lingkungan.

Pengurus RW bersama pengurus RT dan warga, awalnya melapor ke kantor Kecamatan Panongan. Laporan ini direspon camat yang datang bersama petugas tramtib menuju lokasi. Setelah amukan warga sakit jiwa bisa diredakan, camat pun meminta bantuan Petugas Puskesmas Panongan untuk menanganinya lebih jauh.

Segera Petugas Keswa Puskesmas Panongan, dr Isna Hulliyyah dibantu Adithyar Rahman, anggota tim keswa dan Saripudin, sopir ambulan ambulance, menuju lokasi. Sekali lagi, dibantu warga dan petugas tramtib, warg sakit jiwa diamankan dan langsung disuntik obat penenang oleh tim keswa.

Pasien yang tertidur karena kelelahan dan dipengaruhi obat penenang segera diangkut ambulance untuk diberi pengobatan di RSJ Grogol. “Wah tenang akhirnya…” cetus seorang ibu rumahtangga dengan bernapas lega.

 

LAYANAN TANGGAP

Pemegang Program Keswa pada Puskesmas Panongan, dr Isna Hullyyah, menjelaskan setelah diperiksa dan dikumpulkan informasi seputar pasien itu, didapat fakta pasien yang ngamuk itu adalah orang yang mengalami depresi berat. “Terpaksa kita berikan  suntikan obat penenang.”

Selanjutnya, sesuai kesepakatan RT-RW dan warga, pasien pun dibawa ke RSJ Grogol dengan menggunakan ambulance untuk diobati. Alasannya, warga khawatir orang terganggu jiwanya itu akan mengamuk kembali.

“Ini sebagai bentuk layanan kami kepada masyarakat…” papar dr Isna Hullyyah.

Petugas yang masuk dalam Tim Keswa Puskesmas Panongan, tambahnya, memang dibentuk untuk menangani permasalahan penyakit gangguan jiwa di lingkungan masyarakat. Tim pun secara berkala berkewajiban melakukan penjaringan ke wilayah dan bisa segera menangani masalah yang ada atau memberi pemahaman kepada masyarakat.

 

JANGAN MALU

Diakui dr Isna Hullyyah, hingga saat ini masih banyak warga yang menutup diri untuk membawa keluarganya yang sakit jiwa berobat kepada puskesmas. “Mungkin karena merasa malu. Padahal kami selalu melakukan sosialisasi kepada warga untuk bisa membuka diri dalam melakukan pengobatan penyakit jiwa anggota keluarganya, sebelum terlambat.”

Semoga dengan kejadian itu, warga semakin memahami kalau puskesmas saat ini benar-benar bisa memberikan pelayanan kepada warga berpenyakit jiwa.

“Kami akan memberikan pelayanan yang terbaik. Kalaupun dalam prosesnya, kami tidak dapat menanganinya, maka akan dirujuk ke RSJ Grogol, yang sudah bekerja-sama dengan Pemerintah Kabupaten Tangerang,” pungkas dr Isna Hullyyah.


Bagikan artikel ini