ZAKI: PENANGANAN KASUS PEDOFIL RAJEG HARUS HATI-HATI

TIGARAKSA - Bupati Tangerang A. Zaki iskandar duduk bersama KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) dan unsur terkait gelar rapat tertutup membahas penanganan kasus pedofilia di Rajeg, rapat tersebut di selenggarakan di Ruang Rapat Solear Gedung Setda Kab. Tangerang. Selasa, (9/1/18)

Zaki mengatakan, kasus ini terjadi sebelum tahun baru, tepatnya pada pertengahan Desember lalu. dengan adanya kasusu ini Pemerintah Kab. Tangerang telah lakukan upaya langsung dan ditindak lanjuti terutama dengan penanganan para korban baik secara medis maupun psikologis korban maupun keluarga telah kita upayakan, proses hukum sepenuhnya kita serahkan kepada polres.

"langkah yang kita lakukan adalah bagaimana para korban agar terlindung dari ekspos yang berlebihan makanya kita tidak ekspos langsung setelah kejadian kita lakukan dahulu tindakan sebelum melakukan ekspos karena dihawatirkan apabila terekspos malah membuat korban semakin terguncang, setelah semuanya dirasa cukup aman dan stabil baru kita ekspos," terang Zaki.

Lanjunya Zaki mengatakan, kita sudah persiapkan semua dari tarauma healing para korban dan keluarga terutama korban dari aspek kesehatan, psikologis dan terutama lingkungannya itu sendiri, jangan sampai korban nantinya malah mendapatkan olok-olokan comoohan dan bullying dari warga.

"kita sangat hati-hati sekali menangani kasus ini jangan sampai salah langkah, dari awal saya tidak mau gegabah dalam mengambil kebijakan, dan yang terpenting jangan sampai kejadian ini ramai di awal saja jangan setelahnya adem ayem saja saya tidak mau itu terjadi, dengan adanya kejadian seperti ini kita jadi lebih mawas diri dan kita bisa menyusun rencana dan strategi kedepan agar jangan sampai ada lagi kejadian seperti ini," pungkas Zaki.

Susanto selaku Ketua KPAI Pusat mengungkapkan, untuk kasus pedofilia yang menimpa anak-anak ini terutama urusan perlindungan anak ini kita butuh perhatian yang lebih ekstra tidak butuh waktu instan, butuh penanganan yang komprehensif dan menyeluruh serta penanganan khusus terutama korban, kita harus melakukan penguatan keluarga harus kita lakukan terus kita berikan pengajaran dan pola asuh yang baik, kita butuh sharing bagaimana dengan para korban melanjutkan hidupnya kedepan tanpa terbebani masalah ini dan tida trauma mendalam kedepannya.

 

"kita sampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kab. Tangerang dalam menangani kasus seperti ini yang telah menangani kasus ini dan terutama penanganan korban dengan begitu komprehensif, dan tentu kita harapkan tidak berfokus pada korban saja tetapi juga yang rawan menjadi korban ini perlu kita dalami dan jangan sampai yang saat ini menjadi korban kedepan bisa menjadi pelaku dikemudian hari ini perlu jadi perhatian khusus pemda," tutur Susanto. (herly/infokom).


Bagikan artikel ini