Bina 1.000 HPK Anak di Wilayah Dibentuk Tim Kader Keramas

TIGARAKSA – Tim Seksi Gizi pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang membentuk pelayanan kesehatan dengan pengarahan kesehatan masyarakat sebagai subyek dari pembangunan kesehatan, bukan sebagai obyek pembangunan kesehatan daerah.

Dengan cara ini, maka hakekat pelayan kesehatan dipolakan mengikutsertakan masyarakat secara aktif dan bertanggung-jawab dalam menjaga kesehatan diri, keluarga dan lingkungannya.

Pola ini memanfaatkan sumber daya yang ada di masyarakat secara seoptimal dan efisien, papar Kusnadi SKM MKM, Kepala Seksi Gizi pada Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Selasa (10/10/2017).

Dijelaskan salah-satu program dengan pemanfaatan pola ini diwujudkan dalam berinovasi menyukseskan 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) anak-anak di Kabupaten Tangerang dengan membentuk Tim Kader Asuh Masa Emas (Keramas).

“Ini sebagai model intervensi pemberdayaan kesehatan masyarakat di desa dan kelurahan,” terang Kusnadi.

Para Anggota Tim Keramas yang terbentuk nantinya akan ditugaskan untuk lebih fokus pada pendampingan dan pemantauan terhadap sasaran kesehatan yang ditentukan dalam satu wilayah posyandu. Mereka akan dioptimalkan peranannya di luar  posyandu, melalui pola surveilens GIZI-KIA dan pembinaan kondisi kesehatan masyarakat secara umum.

Para tim secara berkelanjutan akan terus berupaya meningkatkan status gizi dan kesehatan ibu hamil sampai anak yang dilahirkannya berusia 0-24 bulan, papar Kusnadi.

Lebih lanjut disampaikan untuk teknis kegiatannya, para Tim Keramas akan mendampingi ibu hamil agar mereka berhasil melewati 1.000 HPK anak secara baik. Setiap kader akan melakukan pemantauan ibu hamil dan ibu melahirkan minimal 1 bulan sekali.

Dalam melakukan pemantauan dapat dilakukan dengan cara kunjungan rumah atau komunikasi intensif pada saat ibu hamil/bayi/balita asuh berkunjung ke posyandu.

Para kader pun, tambah Kusnadi, akan dibekali buku panduan pemantauan khusus untuk mencatat perkembangan ibu hamil/bayi/balita asuhnya.

Kegiatan ini sudah dilakukan di beberapa wilayah dengan para ibu hamil dab ibu melahirkan diajak untuk mengikuti pembinaan dan makan bersama untuk mendapatkan gizi seimbang.


Bagikan artikel ini