Puskesmas Kelapa Dua Bentuk Kader Anti Anemia di Sekolah-sekolah

KELAPA DUA – Puskesmas Kelapa Dua menggalang Kader Anti Anemia (KAA) dengan memberi pembinaan kepada para pelajar terpilih yang nantinya bisa bertugas menjadi KAA untuk mengajak teman-teman di sekolahnya mau mencegah kasus anemia.

Tahap awal, jajaran Puskesmas Kelapa Dua telah membina 10 pelajar putri dari 5 SMA yang ada di wilayahnya pada 21-22 Maret yang dilaksanakan di Aula Gedung SMPN 2 Kelapa Dua.

Ke-10 kader itu kini telah menjalankan tugas melakukan sosialisasi kepada teman-teman di lingkungan sekolahnya masing-masing untuk mengajak para pelajar putri mau meminum tablet tambah darah.

Contoh tantangan yang harus dilakukan KAA bersama Pengurus Pusat Informasi Konseling (PIK) SMAN 23 yaitu temuan hasil pemeriksaan anemia di kalangan pelajar putri SMAN 23 Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan Maret tahun 2016 lalu.

Pada pemeriksaan itu, ditemukan 95 persen dari 481 pelajar putri yang diperiksa dinyatakan terkena anemia.

Terkait itu, maka KAA dan PIK sekolah itu lalu membuka kerja-sama dengan Puskesmas Kelapa Dua melakukan pembinaan dan ajakan agar pelajar putri sekolah itu mau meminum tablet tambah darah yang diberikan pada setiap Rabu di sekolahnya.

Nuri Nurhidayah, Koordinator PIK SMAN 23 Kabupaten Tangerang, mengakui kerja-sama yang telah  berjalan baik ini membuahkan hasil yang baik. “Awalnya memang sulit mengajak para siswi meminum tablet Fe (tablet tambah darah, red) dengan beragam alasan.”

Tetapi setelah merubah sistemnya, yang sebelumnya tablet diserahkan kepada para pelajar putri untuk diminum di rumahnya , saat ini  pemberian tablet dilakukan di sekolah dan langsung diminum di kelasnya masing-masing. Ternyata cara seperti ini lebih efektif .

Hasilnya, setelah dilakukan pemeriksaan anemia kepada pelajar putri, kini tersisa 45 persen lagi pelajar putri yang masih masuk dalam kategori anemia atau berkuarang 50 persen, ucapnya

Rini, Petugas Gizi Puskesmas Kelapa Dua, mengakui masih banyak pelajar putri di sejumlah sekolah yang khawatir dengan kegiatan pemberian tablet tambah darah dan meminumnya.

Padahal dengan meminum tablet tambah darah, para pelajar putri itu akan terbebaskan dari anemia. Bahkan bila itu terus dijaga pencegahaan anemianya, sesuai sosialisasi yang telah disampaikan, maka kesehatan, kebugaran dan kecerdasan pelajar putri akan terjaga baik pada masa sekolah maupun setelah menikah nanti.

“Harus diketahui banyak wanita usia subur terkena anemia pada saat melahirkan. Kondisi ini bisa menjadi resiko cukup tinggi saat persalinan,” papar Rini. Oleh karena itu program meminum tablet tambah darah sangat baik dengan tujuan menekan angka kematian sejak dini pada saat melahirkan.

 

8/5/17/ef


Bagikan artikel ini