Puskesmas Curug Turunkan Angka Balita Gizi Buruk & Kurang

CURUG – Menurunkan angka balita berstatus gizi buruk dan balita gizi kurang, Puskesmas Curug terus-menerus melakukan pembinaan kepada keluarga-keluarga memiliki balita di seluruh wilayah binaannya. 
Kepala Puskesmas Curug, dr H Achmad Muchlis MARS, Rabu (25/1/2017), mengakui para petugas puskesmas tidak akan pernah bosan di setiap bulannya melakukan pembinan dengan membuka Kelas Balita, Kelas Ibu Hamil, dan kunjungan pembinaan ke setiap posyandu yang ada dan ke rimah-rumah keluarga balita sasaran program.
“Semua ini bertujuan agar para orangtua dapat memahami pola asuh terhadap anak balitanya agar anak balita mereka dapat tumbuh kembang dengan baik,” katanya.
Pemahaman yang diberikan antara lain bagaimana peran orangtua dalam memberi asupan gizi terbaik kepada balita dengan konsumsi makanan bergizi seimbang yang tak selalu harus mahal harganya, pengetahuan pola asuh balita, sampai pada menjaga kesehatan balitanya.
Program terkait lainnya adalah dengan memaksimalkan peran posyandu-posyandu. Dalam hal ini, Puskesmas Curug pun telah membagikan alat ukur berat badan dan alat ulur tinggi badan balita ke posyandu-posyandu.
Bantuan di tahun 2015 dibagikan 65 timbangan dacin ke semua posyandu, sedangkan tahun 2016 dibagikan 65 alat ukur tinggi badan. Alat-alat ini berguna untuk pemeriksaan tumbuh-kembang balita di posyandu-posyandu.
Data puskesmas pada beberapa tahun lalu mencatat angka balita gizi buruk dan gizi kurang di beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Curug relatif tinggi. Terkait itu, maka digelar program pembinaan keluarga-keluarga secara kotinyu hingga kini.
Disyukuri memasuki tahun 2017, angka balita gizi buruk dan gizi kurang pun turun secara drastis. Bila di tahun 2015–2016 terdapat 18 balita bergizi buruk dan hampir 200 balita bergizi kurang. Namun berkat program pembinaan keluarga, angka itu menurun drastis.
Melalui program ini, balita gizi buruk di setiap bulannya mendapatkan suplai makanan tambahan di setiap bulannya secara ekstra, sedangkan yang mengalami gizi kurang medapatkan makanan tambahan berupa biskuit.
Ami, Pemegang Program Gizi pada Puskesmas Curug, mengakui para petugas puskesmas dalam melaksanakan program ini bekerja-sama dengan kader posyandu di wilayah yang pada akhirya mampu secara maksimal menjangkau pembinaan keluarga balita sampai ke perkampungan.
Melalui program ini pula, petugas dalam dua kali sebulan melakukan kunjungan ke rumah ke balita berstatus gizi buruk dan gizi kurang untuk melakukan pembinaan keluarganya.


Bagikan artikel ini