Maksimalkan STBM & Desa Sehat, Dinkes Studi-banding ke Gunung Kidul

TIGARAKSA – Memaksimalkan masukan pelaksanaan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Desa Sehat di Kabupaten Tangerang, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang pun menggelar studi-banding ke Pemkab Gunung Kidul, DI Yogyakarta.

Kunjungan kerja dilaksanakan 19-20 Desember 2016 diikuti 35 peserta, terdiri Petugas Kesling pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Petugas Promkes pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dan Petugas Puskesmas-puskesmas.

Studi-banding dilaksanakan ke daerah itu karena Pemkab Gunung Kidul telah berhasil menerapkan strategi Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan Desa Sehat dengan mendekralasikan diri sebagai Kabupaten Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Berdasar telaahan, wilayah Gunung Kidul memang telah memiliki masyarakat yang sadar akan kebersihan dan kesehatan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat yang cukup bagus. Wilayah inipun memiliki posbindu, kawasan tanpa rokok, dan desa siaga yang dikelola masyarakat.

Dari hasil kunjungan kerja itu didapat beberapa poin yang bisa diterapkan di Kabupaten Tangerang berupa pembenahan program serupanya, terutama terkait pembinaan sumber daya manusia (SDM) dan penggencaran sosialisasi PHBS.

“Ini menjadi tantangan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang untuk menciptakan masyarakat yang sehat-sejahtera,” papar dr Ni Wayan Manik MKK, Kepala Bidang P2PPL pada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

Dijelaskan setelah melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah BABS ternyata standar open defecation free (bebas dari BABS) mereka memang lebih baik dengan cublug terkategori standar. Sementara cubluk di wilayah Kabupaten Tangerang masih termasuk dalam kategori pencemaran.

Oleh karena itu, dinas kesehatan bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang akan berupaya untuk terus melakukan pembuatan jamban sehat yang berstandar serta terus melakukan sosialisasi untuk merubah perilaku masyarakat ke arah PHBS.

Terkait itu, program ke depannya masyarakat akan diajak membentuk kelompok peduli sanitasi yaitu kelompok yang dapat mengajak masyarakat lainnya untuk dapat membuat jamban sehat dengan cara swadaya atau arisan, membentuk kelompok wirausaha yang berbasis sanitasi, dan memberdayakan masyarakat untuk dapat melakukan perubahan perilaku ke PHBS, ucapnya.