Programkan Kredit Jamban, KSM USG Jadi Narsum di Kemenkes RI

SEPATAN TIMUR – Menjadi kebanggaan bagi Keluarga Besar Puskesmas Kedaung Barat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang ketika KSM USG Kedaung Barat yang dinobatkan menjadi salah-satu Pejuang Jamban Sehat diberi kesempatan menjadi narasumber (narsum) Talkshow Sanitasi di Kementerian Kesehatan RI bersama Direktur Kesling Kemenkes RI di Jakarta, Rabu (8/11/2017).

Kesempatan ini menjadi bukti keberhasilan sekaligus pengakuan sukses program Kredit Jamban yang dilakukan Kelomppok Swadaya Masyarakat (KSM) Usaha Sehat Gemilang (USG) dalam membina dan memberi penyuluhan kepada masyarakat tentang Kebersihan Lingkungan dan Pentingnya Memiliki Jamban Keluarga.

Uki Sukatma, Ketua KSM USG Kedaung Barat, saat ditemui Kamis (9/11/2017), mengakui keberhasilan yang telah dikerjakan pihaknya tidak terlepas dari pembinaan jajaran Puskesmas Kedaung Barat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

“Selama ini jajaran Puskesmas Kedaung Barat dan Dinkes Kabupaten Tangerang telah memberikan penyuluhan dan pembinaan kesehatan masyarakat kepada kami untuk diterapkan kepada masyarakat,” kata Uki Sukatma.

Diakui untuk membangkitkan motivasi masyarakat untuk mau menciptakan dan menjaga kebersihan serta kesehatan lingkungan, pada awalnya memang terasa berat karena masih banyak masyarakat belum mengerti pentingnya menjaga dan menciptakan kesehatan diri dan lingkungan.

Namun setelah sering diberikan penyuluhan dan pengertian langsung kepada masyarakat, lambat-laun masyarakat mulai mengerti.

Diakui wilayahnya sebelumnya terkenal dengan kampung kotoran karena banyak warga buang air besar (BAB) tidak beraturan, di mana ada tempat bisa nongkrong di situ BAB. “Kini sebutan itu sudah hilang karena sebagian masyarakat sudah memiliki jamban sendiri di rumahnya masing-masing,” ungkap Uki Sukatma.

Uki Sukatma pun mengakui pada awalnya kesulitan masyarakat memiliki jamban karena mereka tidak memiliki anggaran cukup untuk membuat jamban. Kondisi ini segera dirembukan Pengurus dan Pembina KSM USG.

Tercetuslah ide untuk memberikan bantuan pembuatan jamban dengan cara kredit. Gagasan inipun ditawarkan kepada masyarakat dan mereka menyatakan minatnya.

Akhirnya di setiap bulannya KSM USG mampu membangun 4-5 jamban di rumah-rumah masyarakat. Program ini terus bergulir, akhirnya kini kepemilikan jamban pun terus bertambah. Dari 3.977 rumah binaan KSM USG, kini 3.234 rumah sudah memiliki jamban dan tersisa 743 rumah yang kepemilikan jambannya masih dalam proses.

LAHIR KSM-KSM

Hj Tati Haryati SKM Msi, Kepala Puskesmas Kedaung Barat, mengakui keberhasilan KSM USG menjalankan program kesehatan masyarakat akhirnya memicu kelompok masyarakat desa dan kelurahan lainnya untuk membentuk KSM-KSM yang peduli kesehatan masyarakat.

KSM-KSM inipun memprogram kepedulian kepemilikan jamban di beberapa desa, di antaranya KSM UMS Desa Jati Mulya, KSM Pelangi Desa Lebak Wangi, KSM GJM Desa Gempol Sari, dan KSM CIB Desa Tanah Merah. “KSM-KSM ini telah banyak berbuat dan membantu masyarakat dalam pembuatan jamban,” ungkap Hj Tati Haryati.

Misalnya dari 7.966 rumah di Desa Lebak Wangi, kini terdapat 6.156 rumah telah memiliki jamban dan sisanya 1.806 rumah yang belum. Di Desa Jatimulya, dari 2.752 rumah, kini 2.194 rumah telah memiliki jamban dan sisanya 648 rumah belum memiliki jamban.

Di Desa Tanah Merah dari 3.398 rumah, kini 2.574 memiliki jamban dan sisanya 824 rumah belum. Di Desa Pondok Kelor dari 2.686 rumah, kini jamban 2.017 rumah telah memiliki jamban dan sisanya 669 rumah belum. Di Desa Kampung Kelor dari 3.313 rumah, kini 2.479 rumah dan sisanya 834 rumah belum.

Di  Desa Gempol Sari dari 3.398 rumah, kini 2.574 rumah telah memiliki jamban dan sisanya 824 rumah belum. Di Desa Sangiang dari 2979 rumah, kini 2.252 rumah telah memiliki jamban dan sisanya 727 rumah belum.

Hj Tati Haryati mengacungi jempol kerja-keras para KSM karena mereka telah mampu membuktikan hasil-kerjanya merubah perilaku hidup sehat masyarakat. “Diharapkan ke depan tidak ada lagi masyarakat yang BAB di sembarang tempat.”


Bagikan artikel ini