Tim Penilai Toga Nasional Kunjungi Taman Toga-Akupresur Jamblang

KELAPA DUA – Kelompok Asuhan Mandiri Toga dan Akupresur Jamblang di RT 05/RW 06 Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, sebagai duta Provinsi Banten dikunjungi Tim Penilai Lomba Toga Tingkat Nasional, Kamis (5/10/2017).

Tim Verifikasi Lapangan Lomba Toga Tingkat Nasional dipimpin Igusti Bagus MKes sempat dibuat kagum pengembangan taman toga dan akupresur yang ada. Tim dengan seksama mengamati tanaman obat yang ada diiringi penjelasan dari pengelolo taman toga.

Tim pun salut dengan paparan pengembangan akupresur yang dilakukan Pengelola Taman Toga Jamblang.

Igusti menuturkan kunjungan timnya untuk memberi penilaian sebagai tindak-lanjut verifikasi dokumen yang telah disampaikan dalam mengikuti seleksi Lomba Toga Tingkat Nasional.

Dituturkan sebelumnya ada 30 daerah dari 18 provinsi se-Nusantara yang mengikuti seleksi dokumentasi yang dilaksanakan dengan ketat. Dari hasil seleksi, terdapat 12 daerah dari 12 provinsi yang masuk dalam kategori penilaian.

Taman Toga Jamblang di Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, sebagai duta Provinsi Banten, menjadi salah-satu pengelolaan taman toga daerah yang masuk dalam kreteria penilaian 12 besar.

“Ada beberapa kategori penilaian yang dilakukan di antaranya kategori wilayah perkotaan, pedesaan, dan daerah terpencil,” papar Igusti. Untuk wilayah Kelapa Dua yang berada di Kabupaten Tangerang masuk dalam kategori wilayah perkotaan.

“Kami memberi apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tangerang yang telah mengembangkan toga dan akupresur di wilayahnya,” katanya. Untuk pengumuman pemenangnya sendiri akan disampaikan ada acara puncak Hari Kesehatan Nasional di Jakarta.

Sementara Dr Hari Heryanto MSi, Asda I Pemkab Tangerang, juga mengucapkan terima-kasih kepada tim penilai. Dia pun mengucapkan terima-kasih kepada para pengurus PKK, RW, RT, puskesmas, lurah, camat serta jajaran masyarakat yang telah membantu mengembangkan tanaman toga dan kegiatan akupresur di wilayah Kepala Dua.

Diakui sebenarnya setiap kegiatan yang dilakukan warga bertujuan untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan dengan pengembangan pengobatan sendiri menggunakan tanaman obat dan akupresur. Namun dengan penilaian tingkat Nasional ini, akhirnya menginspriasi banyak pihak.

“Semoga cita-cita pengembangan taman toga sekaligus gelar juara bisa terwujudkan,” ucapnya.

Peduli Kesehatan Mandiri

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Desi Dinardianti MARS, berharap kegiatan lomba nasional ini dapat dijadikan momentum memberi kesadaran masyarakat atas keperdulian terhadap pemanfaatan lahan dan kemandirian masyarakat dalam memelihara kesehatan dengan memanfaatkan toga dan akupresur.

Tujuan pengembangan taman toga memang untuk mendorong masyarakat agar mampu mengatasi kesehatan secara ringan dengan prinsip kesadaran, keinginan sendiri, kebersamaan, kerjasama, kemandirian, komitmen dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Dengan melaksanakan asuhan mandiri berarti masyarakat telah berupaya merubah paradigma pengobatan kuratif menjadi promotif dan preventif,” pungkasnya.


Bagikan artikel ini