Para BPM Diajak Sukseskan Program Penyelamatan Ibu Melahirkan

TANGERANG - Sedikitnya 450 Bidan Praktek Mandiri (BPM) yang membuka praktik di wilayah Kabupaten Tangerang disertakan Dinkes Kabupaten Tangerang dalam Workshop Penanganan Kegawatdaruratan bagi Bidan Praktek Mandiri.

Workshop digelar di Pendopo Kabupaten Tangerang, Rabu (24/5/2017), dimaksudkan untuk mengajak dan merangkul para BPM turut-serta menyukseskan program Bergandengan Tangan Menyelamatkan Ibu Melahirkan dan Bayi Baru Lahir yang telah berhasil dan mendapat pujian banyak kalangan skala nasional

Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Tangerang, dr Ni Wayan Manik Kusmayoni, MKK saat ditemui di lokasi workshop, mengatakan selama ini pembinaan banyak dilakukan kepada bidan-bidan yang ada di puskesmas dan diyakini saat ini para bidan di puskesmas sudah memiliki pemahaman yang cukup mengenai program tersebut di antaranya pemanfaatan SIJARIEMAS, tata-laksana rujukan ke rumah sakit dan lain-lain.

Namun para BPM, sejumlah dokter di klinik bersalin dan rumah bersalin swasta lainnya masih memerlukan pemahaman yang baik program tersebut. “Ada sedikitnya 1.180 BPM yang ada di Kabupaten Tangerang, untuk itu perlu dilakukan pembelajaran kepada mereka agar bisa bersinergi dalam menurunkan angka kematian ibu dan anak,” tambah dr Manik.

Dalam kegiatan itu menghadirkan narasumber Dr.Eddy Toyenbe, SpOG (K), MH.Kes., yang memberikan paparan kepada peserta di antaranya mengenai tata-laksana merujuk pasien ke fasilitas kesehatan dengan baik dan benar.

Diinformasikan kegiatan workshop ini telah dilakukan Dinkes Kabupaten Tangerang selama 3 hari sejak 22 Mei hingga 24 Mei. Terbagi dalam tiga gelombang dalam tiga hari di tempat yang sama, dalam satu hari sedikitnya 150 BPM mengikuti pembelajaran tersebut.

 

ef


Bagikan artikel ini