Dinkes Gencarkan Sosialisasi Pencegahan & Pengobatan Kusta

TIGARAKSA – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bertekad menggencarkan pencegahan dan pengobatan penyakit Kusta di seluruh wilayah melalui peningkatan peranan puskesmas-puskesmas. 

Peranan ini sangat penting karena sampai dewasa ini masyarakat di Kabupaten Tangerang, khususnya yang tinggal di pelosok wilayah, masih menganggap Kusta adalah penyakit kutukan yang tak bisa disembuhkan. Padahal bila sejak dini sudah ditangani secara medis, penyakit Kusta bisa disembuhkan.  

Terkait ini, maka diharapkan para pemegang program pencegahan dan pengobatan penyakit Kusta di puskesmas-puskesmas bisa meningkatkan peranannya untuk mensosialisasikan pencegahan dan pengobatannya.

Penajaman peran puskesmas inipun digelar Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang pada Senin (22/5/2017), dalam program Pertemuan Koordianasi P2 dengan para kepala puskesmas dan koordinator pemegang program kusta se-Kabupaten Tangerang ini dilaksanakan di Aula Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, dr Hendra Tirmizi MARS, mengutarakan tujuan program ini untuk meningkatkan semangat para kepala puskesmas dan petugas pemegang program penanganan Kusta dalam bekerja menangani penyakit Kusta.

Bahkan sangat dianjurkan agar para puskesmas bersama petugasnya dapat melakukan pencarian kasus baru dan melakukan pengobatan sedini mungkin terhadap pasien kasus baru tersebut sehingga bisa disembuhkan.

Diakui Hendra sampai saat ini sebagian besar masyarakat masih mengira penyakit Kusta sebagai penyakit kutukan, keturunan, atau karena dosa, yang pengobatannya harus melalui pengobatan alternatif.

Dengan pandangan serupa itu, diakuinya, malah menyebabkan penyakit yang diderita anggota masyarakat itu semakin menjalar ke saraf tubuh karena terlambat ditangani sehingga menimbulkan kecacadan tubuh penderita.

Sebab itu, Hendra meminta kepada para petugas puskesmas pemegang program pencegahan dan pengobatan Kusta agar bisa terus melakukan sosialisasi ke wilayah-wilayah binaannya untuk meyakinkan masyarakat bahwa penyakit Kusta adalah penyakit yang disebabkan kuman Mycobacterium Leprae yang menyerang kulit saraf tepi dan jaringan tubuh lainnya, namun dapat disembuhkan bila ditangani sejak dini. 

Penyakit Kusta sendiri ada 2 jenis yaitu Kusta Basah (Multi Basiler) dan Kusta Kering (Pausi Basiler). 

Adapun gejala awal orang terkena kusta, di antaranya kulit terdapat bercak putih seperti panu ataupun bercak kemerahan yang kurang rasa ataupun mati rasa, tidak tumbuh bulu, tidak mengeluarkan keringat, tidak gatal dan tidak sakit, sehingga penderita sering kali tidak merasa terganggu.

Bila ditemukan gejala serupa itu, segera dilakukan pengobatan yang intensif ke puskemas atau dokter untuk mencegah penyakit Kusta semakin parah.

 

ef


Bagikan artikel ini