Perawat Ida Laela Nominasi Perawat Teladan Provinsi Banten 2017

CIKUPA – Tim Penilai Perawat Teladan Provinsi Banten 2017 terkesan dengan penerimaan jajaran Puskesmas Cikupa dalam kaitan memberi penilaian kepada Perawat Hj Ida Laela, Pemegang Program TB Paru Puskesmas Cikupa, yang menjadi duta Kabupaten Tangerang dalam lomba ini.

Tim penilai yang datang ke Puskesmas Cikupa, Jumat (12/5), diterima di aula puskemas. Mereka disambut Kepala Puskesmas Cikupa, Camat Cikupa, Danramil dan Kapolsek Cikupa, pejabat KUA, Pengurus MUI Kecamatan Cikupa, dan Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Cikupa bersama jajarannya.

Tim pun senang mendapat kalungan bunga dari Kepala Puskesmas Cikupa, drg H Taris Syahrul Alam, sesaat tiba di puskesmas itu.

Mas Ipah Hendar Hermawan, Koordinator Tim Penilai Perawat Teladan Provinsi Banten Tahun 2017, mengakui sambutan ini membuat pihaknya tersanjung.

Dituturkannya ada 9 kategori penilaian lapangan yang akan mereka nilai, di antaranya kategori perawat sebagai penggerak kesehatan, penilaian di tempat kerja, penilaian di lingkungan keluarga dan penilaian dukungan lingkungan kerjanya. “Itu di luar tes tertulis dan wawancara yang akan dilakukan terpisah.”

Sementara Perawat Hj Ida Laela mengakui dirinya tidak pernah berpikir pekerjaan rutinnya bisa menempatkan dirinya menjadi salah-satu perawat yang mendapat kehormatan mengikuti penilaian lomba. “Saya bekerja sebaik-baiknya dengan niat ibadah.”

Hj Ida Laela selaku Perawat Teladan Kabupatnen Tangerang, mengakui awal penilaian saat dirinya membuat makalah tentang TB MDR (Multi Drug Resistant) di Puskesmas Cikupa yang sedang digelutinya. Inti dari makalah itu, dirinya bersama Tim TB Paru Puskesmas Cikupa konsen menangani pasien TB MDR yang juga dirujuk ke RS Persahabatan.

Dari 5 pasien itu, kini 1 pasien sudah dinyatakan sembuh, sedangkan 4 pasien lainnya masih terus ditangani dengan rutin terkontrol diberi obat yang diminum atau disuntik di setiap harinya.

Pola perawatannya, di setiap jam kerja si pasien diwajibkan datang ke puskesmas untuk meminum obat atau disuntik. Namun bila hari libur, para petugas yang berkunjung ke rumah pasien untuk perawatan rutinnya. “Upaya ini bertujuan agar perawatan berlangsung kontinyu untuk kesembuhan pasien sakit TB Paru.”

 

LAYANAN KONTINYU

Kepala Puskesmas Cikupa, drg H Taris Syahrul Alam, mengutarakan riwayat penyakit 5 pasien TB Paru di puskesmasnya adalah pasein yang tidak tuntas perawatan karena faktor ketidakseriusan pasien berobat.

Kini mereka diminta Perawat Hj Ida Laela untuk serius dan intensif mengikuti perawatan, yang juga dirujuk ke RS Persahabatan. Selanjutnya petugas melakukan pengawasan minum obat (PMO) atau mendapat suntikan secara intensif, yang pada akhirnya membuahkan hasil cukup baik untuk mencapai kesembuhan pasien.

 

16/05/17/ef


Bagikan artikel ini