Inilah Pemenang Lomba Sekolah dan Desa Bebas Jentik DBD

TIGARAKSA – Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang bekerja-sama OPD lainnya dan masyarakat terus melakukan kegiatan Pemberantasan Jentik Nyamuk (PJN) DBD sebagai perlindungan kesehatan masyarakat.
Pola kegiatan PJN yang dilakukan yaitu dengan memprogram pemberdayaan dan pembinaan kewaspadaan masyarakat atas DDB di sekolah-sekolah dan desa-desa agar menjadi sekolah dan desa bebas jentik DBD.
Salah-satu bentuk kegiatan yang dilaksanakan adalah dengan menggelar Lomba Sekolah dan Desa Bebas Jentik DBD dengan tujuan menciptakan lingkungan sekolah dan desa bebas jentik DBD. 
Lomba yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu menetapkan 3 sekolah dan 3 desa sebagai pemenang lomba. Hasil Lomba Sekolah Bebas Jentik Nyamuk DBD. S.b.b: Juara I direbut SDN Legok III Kecamatan Legok, Juara II direbut SDN Merak III Kecamatan Sukamulya dan juara III direbut SDN Ciakar II Kecamatan Panongan.
Sedangkan untuk Lomba Desa Bebas Jentik Nyamuk DBD, s.b.b: Juara I direbut Desa Pematang, Kecamatan Tigaraksa, Juara II direbut Desa Panongan, Kecamatan Panongan, dan Juara III direbut Desa Sukamulya di Kecamatan Sukamulya. 
Para pemenang lomba mendapat piala dan piagam penghargaan dari Bupati Tangerang H Ahmed Zaki Iskandar pada Peresmian Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) 3R di Desa Palasari, Kecamatan Legok, Senin (20/2/2017).
Bupati Tangerang berharap keluarga besar sekolah dan desa yang telah mendapat predikat bebas jentik DBD, harus dapat lebih meningkatkan pengawasan atas kembang-biak jentik nyamuk DBD.
“Jangan sampai prestasi yang didapat hanya untuk kegiatan lomba saja. Selain itu, kepada sekolah dan desa yang lain harus termotivasi untuk bisa melakukan gerakan serupa di sekolah dan desanya,” tuturya. 
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Desiriana Dinardianti MARS, mengutarakan kegiatan lomba sekolah dan desa bebas jentik bertujuan untuk memotivasi sekolah dan masyarakat dapat berperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan menggerakkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungannya.
“Bila ini dilaksanakan sebagai budaya sehat, maka lambat-laun Kabupaten Tangerang akan terhindar dari wabah penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti,” katanya.
Terkait itu, dalam waktu dinkes berrencana akan melaksanakan Pencanangan Sekolah dan Desa Bebas Jentik DBD, pungkas Kepala Dinkes Kabupaten Tangerang. 

 

(3/3/17/ef)


Bagikan artikel ini