PEMKAB TANGERANG PERINGATI HARI KANGKER ANAK SEDUNIA 2017

Tigaraksa-- Kementrian Kesehatan Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Tangerang memperingati Hari Kanker Anak Sedunia 2017 yang di selenggarakan di Taman Sari Lippo Karawaci. Rabu (22/02/17)

Dalam laporanya lili selaku Ketua panitia mengatakan, Ada beberapa faktor yang menyebabkan sesorang berisiko terkena kanker diantaranya : diet yang tidak seimbang dan rendah lemak, kurang aktifitas fisik, merokok dan paparan asap rokok, paparan lingkungan berbahaya, konsumsi alkohol, perilaku seksual yang beresiko, paparan sinar ultra violet dan yang terakhir heriditas/keturunan. Di Puncak acara akan di lakukan pula pemeriksaan mata sebanyak 400 anak usia dini di kabupaten tangerang bertujuan untuk melihat lebih dini kanker pada anak.

Lanjut lili Untuk menghindari seseorang terkena penyakit kanker dapat menerapkan pola hidup sehat diantaranya dengan olah raga yang cukup, hindari alkohol atau tembakau, makan makanan yang tinggi serat (perbanyak sayur dan buah). Dengan menerapkan pola hidup sehat dapat mencegah terjangkit penyakit kanker hingga 43 %, kita berusaha menjangkau masyarakat secara kolektif maupun individual untuk menjalankan peranannya masing-masing dalam rangka mengurangi beban akibat kanker.

"Seminar ini juga bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan kepedulian masyarakat luas mengenai bahaya kanker, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan kanker, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pengobatan kanker yang telah terbukti secara ilmiah serta meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang upaya rehabilitasi pada pasien kanker "Ujar Lili.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang di wakili Staf Ahli Bidang Teknologi Kesehatan dan Globalisasi Dr slamet M.Ap Memaparkan, penyakit kanker merupakan penyakit yang tidak menular yang ditandai dengan adanya sel/jaringan abnormal yang bersifat ganas, tumbuh cepat tidak terkendali dan dapat menyebar ketempat lain dalam tubuh penderita, Kanker menyerang siapa saja baik pria maupun wanita, anak-anak maupun dewasa. Banyak sekali jenis kanker yang menyerang manusia, namun ada beberapa jenis kanker yang sering menyerang pada pria yaitu kanker paru, kanker prostat, kanker hati sedangkan kanker yang sering dialami wanita adalah kanker payudara, kanker leher rahim, kanker ovarium. Jenis kanker yang sering terjadi ada anak adalah kanker bola mata kanker darah (leukemia)

"Jika kita dapat mengenali gejala awal dari kanker diharapkan semua lapisan masyarakat dapat menjalankan perannya untuk mengurangi beban akibat kanker, sehingga kita dapat menerapkan pola hidup yang sehat"jelas Slamet didepan peserta seminar di hari Kanker anak sesunia.

Wakil Bupati H Hermansyah mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tangerang saat ini juga terus melakukan pembenahan pembenahan dan meningkatkan kualitas pembangunan khususnya di sektor kesehatan yang menyentuh langsung pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat. hal tersebut terlihat dari semakin membaiknya infrastruktur pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan masyarakat dalam segala bidang. Geliat pembangunan yang sudah dilaksanakan tersebut akan terus kita tingkatkan secara berkesinambungan seperti yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Tangerang tahun 2013-2018 telah mencanangkan program unggulan dan program prioritas sebagai upaya dalam mencapai tujuan dan target pembangunan Pemerintah Kabupaten Tangerang, dan salah satu target utama program prioritas pembangunan yaitu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

"semoga dengan terselenggaranya kegiatan seminar ini dapat memberikan pemahaman lebih kepada kita semua terhadap pentingnya pola perilaku hidup sehat bagi kita semua khususnya dalam mencegah serta mengatasi penyakit Kanker ini. Sehingga harapan kita semua untuk mewujudkan masyarakat yang sehat. dapat tercapai sesuai dengan harapan kita semua"tutup Hermasyah setelah meninjau pemeriksaan kanker kepada anak-anak usia dini.

Kemeriahan puncak hari kanker anak sedunia tahun 2017, dimeriahlan oleh tarian-tarian anak-anak penderita kanker dan ratusan anak-anak usia dini dalam pemeriksaan kanker lebih dini.(kominfo/Redi-Suk)


Bagikan artikel ini