Puskesmas Jayanti Tak Bosan Beri Pemahaman Gejala Kusta

JAYANTI – Pemberian pemahaman gejala-gejala seseorang terkena penyakit Kusta terus digencarkan petugas Klinik Kusta Puskesmas Jayanti kepada masyarakat sebagai gerakan pencegahan penyakit tersebut.
Kepala Puskesmas Jayanti, dr Endah Dwi Putrianti, Jumat (27/1/2017), mengharapkan dengan gencarnya pemberian pemahaman jenis penyakit itu maka masyarakat akan menjadi tahu langkah cepat yang perlu dilakukan bila anggota keluarganya ada yang terkena gejala kusta.
“Apalagi kita pun sudah memiliki Klinik Kusta yang dapat membantu melakukan penanganan kusta, sehingga penderita bisa diberikan pengobatan sampai tuntas,” katanya.
Diakui di wilayah binaan Puskesmas Jayanti masih banyak masyarakat yang beranggapan penyakit kusta adalah penyakit keturunan atau kutukan. Padahal ini keliru.
Sebab itu, para petugas gencar menyosialisasikan penyakit Kusta yang disebabkan bakteri Mycobacterium Lepra yang menyerang kulit. Penyakit ini dapat disembuhkan bila dilakukan pengobatan sejak dini.

Gejala Kusta
Para Petugas Klinik Kusta Puskesmas Jayanti saat melakukan pembinaan, penyuluhan, dan pengobatan kepada penderita Kusta di banyak kesempatan memang tak bosan-bosannya memberi pemahaman tentang penyakit itu kepada masyarakat.
Dipaparkan pada awalnya penderita Kusta akan melihat kulit tubuhnya timbul bercak putih menyerupai panu, namun ada bintik-bintik merah di dalam bercaknya, ada bagian tubuh tidak berkeringat, ada rasa kesemutan pada bagian tubuh atau muka, lalu pada bercak putih mati rasa.
Itu salah-satu gejala penyakit Kusta yang masuk jenis Tuberkuloid atau jenis Kusta ringan, tidak menular, dan masih bisa disembuhkan.
Namun bila sudah masuk jenis Lepromatosa yaitu salah-satu penyakit Kusta yang lebih berat, si penderita biasanya memiliki banyak bercak kulit yang agak menonjol dan menyebar ke seluruh tubuh. Kulit yang terkena bercak putih akan mengalami mati rasa dan si penderita akan merasakan lemah pada bagian otot.
Sedangkan untuk jenis Borderline, si penderita dapat mengalami kedua jenis penyakit Kusta di atas. Penyakit Kusta jenis ini dapat menyerang bagian hidung, ginjal dan organ reproduksi pria.
Jenis ini lebih mudah menular karena memiliki bakteri Mycobacterium Lepra dan penularannya dapat terjadi melalui kontak dekat dengan cairan hidung (ingus) atau mulut si penderita.

Tangani 12 Penderita
Pemegang Program Klinik Kusta pada Puskesmas Jayanti, dr Jahro, menjelaskan pihaknya saat ini tengah menangani 12 penderita, terdiri 10 dewasa dan 2 anak-anak. Penderita diberi obat di setiap bulannya yang wajib di minum di setiap harinya.
“Bila ada pasien Kusta tidak datang mengambil obat, maka petugas langsung datang mengunjungi rumah penderita dan melakukan pemeriksaan,” katanya. Hal ini dilakukan agar penderita selalu meminum obat secara rutin di setiap harinya agar dapat menjenuhkan baktri yang ada dalam tubuh pasien, ucapnya.


Bagikan artikel ini