Embak Tutut Puji KPD Penyandang Penyakit Kusta

TIGARAKSA – Pembina Yayasan Dharmais, Siti Hardiyanti Rukmana alias Embak Tutut, merasa bangga dengan kinerja jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang yang telah membentuk Kelompok Perawatan Dini (KPD) Penyandang Penyakit Kusta di beberapa puskesmas.
Saat ini ada 3 puskesmas yang telah mendapat penghargaan Kelompok Perawatan Dini (KPD) Penyandang Penyakit Kusta dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang karena telah berhasil melakukan pembinaan kepada bekas penyandang kusta dengan memberikan keterampilan yang dapat dijadikan modal usaha.
Ketiga puskesmas itu, Puskesmas Sukawali, Puskesmas Tegal Angus, dan Puskesmas Gunung Kaler.
Embak Tutut saat berkunjung ke Kabupaten Tangerang dalam Peringatan Hari Kusta Sedunia, terlihat santai berkeliling melihat dan membeli hasil karya kerajinan produksi para bekas penyandang penyakit Kusta.
Didampingi Ketua PKK Kabupaten Tangerang Yuly Zaki Iskandar dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang dr Desiriana Dinardianti MARS, Embak Tutut sekali-kali membuka dialog dengan perajin yang memamerkan produksinya.
Selanjutnya Embak Tutut berharap KPD Penyandang Penyakit Kusta bisa terus dikembangkan di setiap puskesmas agar para penyandang penyakit Kusta bukan dapat disembuhkan tetapi juga bisa diupayakan berkumpul kembali di tengah masyarakat.
Dengan mereka dibekali keterampilan yang bisa dijadikan modal usaha dalam meningkatkan perekonomian keluarganya, ini hal positif karena bisa menempatkan mereka menjadi lebih baik.
“Saya berharap KPD bisa membantu bekas penyandang kusta lainnya, termasuk penderita penyakit lainnya,” harap Embak Tutut.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, dr Desiriana Dinardianti MARS, menjelaskan KPD yang dibentuk di puskesmas memang sesuai rencana bukan hanya diperuntukan membantu penyandang penyakit kusta saja.
“Ke depan kita akan bekerja-sama dengan dinas terkait untuk dapat membantu memberikan peralatan kerja kepada mereka, seperti bekerja-sama dengan dinas sosial yang telah membantu memberikan bantuan mesin jahit, Domba dan Angsa sebagai modal usaha,” ucapnya.


Bagikan artikel ini