Puskesmas Cikuya Sosialisasi & Tangani Penyakit Kusta

SOLEAR – Memprogram upaya-upaya pencegahan penularan penyakit Kusta di wilayah kerjanya, Puskesmas Cikuya sejak tahun 2015-2016 telah membentuk Tim Penyuluh Pencegahan Kusta yang rajin memberi penyuluhan ke wilayah dan sekolah-sekolah.
Kepala Puskesmas Cikuya, drg Eko Hartati, Jumat (20/1/2017), mengakui sejak tahun 2015-2016 pihaknya selain rajin memberi penyuluhan juga sudah mengoperasikan Klinik Kusta. Bahkan telah pula mengobati 8 penderita yang kini sudah mulai tertangani.
“Untuk tahun 2017 sudah ada 7 pasien yang masih dalam pengobatan secara rutin berdasar hasil penjaringan petugas ke wilayah,” katanya.
Adapun tujuan program penyuluhan adalah untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat seputar penyakit Kusta sekaligus upaya-upaya pencegahan dan pengobatannya.
Semisal pemahaman penyakit Kusta adalah salah-satu penyakit menular dengan inkubasi yang lama.

Masalah penyakit Kusta bila dikaji secara mendalam merupakan penyakit dengan permasalahan yang sangat kompleks, karena si penderita bukan hanya menderita secara medis saja tetapi juga akan menimbulkan masalah psikososial, kata Eko Hartati.

Biasanya penderita akan dihindari masyarakat sehingga penderita akan tertekan kejiwaannya dan pada akhirnya akan menyebabkan tuna-sosial, tuna-karya, serta menutup diri.
Oleh karena itu para petugas Puskesmas Cikuya berupaya untuk menghindari hal tersebut dengan mengadakan sosialisasi,” katanya. Salah-satunya yang telah dilakukan dengan melakukan pemeriksaan ke-20 rumah di lingkungan penderita Kusta yang ditangani.
Selain itu, para petugas di setiap bulannya pun melakukan kunjungan ke rumah pasien dengan intensitas 1 sampai 3 kali sebulan. Kunjungan ini dilakukan kepada pasien yang sudah sembuh maupun masih dalam pengobatan. Termasuk mendatangi rumah pasien yang tidak datang untuk mengambil obat di puskesmas.
Hotimah, Pemegang Program Klinik Kusta pada Puskesmas Cikuya, menambahkan penyakit Kusta seperti fenomena gunung es. Bila dilakukan penyuluhan dan pembinaan ke wilayah akan ditemukan penderitanya, sebaliknya bila dibiarkan maka tidak akan pernah ada pasien yang sengaja datang untuk berobat karena malu.
“Oleh karena itu, untuk mendapatkan pasien penyakit Kusta, petugas harus mau melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga dan sering melakukan pembinaan di desa maupun sekolah,” katanya.
Diharapkan dengan adanya program ini dapat diminimalisir tularan penyakit Kusta kepada warga di Kecamatan Solear, serta masyarakat bisa menerima penderita Kusta apa adanya.


Bagikan artikel ini