GEBRAK PAKUMIS BERAKSI 98 RUMAH MASYARAKAT MISKIN DIBEDAH

Sukadiri- Wilayah Utara Kabupaten Tangerang merupakan wilayah pesisir pantai yang sebagian masyarakatnya masih banyak yang berpenghasilan rendah dan miskin, untuk mengentaskan permasalahan tersebut pemerintah Kabupatan Tangerang terus melakukan pembenahan kawasan melalui Gerakan Bersama Masyarakat Mengatasi Kawasan Padat Kumuh dan Miskin (GEBRAK PAKUMIS). Selasa, (31/01/2017).

Kali ini di Desa Karang Serang 40 rumah dan Desa Pekayon 58 rumah warga miskin di Bedah melalui program GEBRAK PAKUMIS, Ibu Rumsah (34) warga kampung Kebon Nangka RT. 01 RW. 001 Desa Karang serang mengatakan sebelumnya rumah kami tidak permanen, masih menggunakan bilik bambu, dan lantai masih tanah sekarang melalui gebrak pak kumis sudah bisa merasakan rumah layak huni jika terjadi hujan tidak kebocoran kalau angin kencang tidak khawatir roboh.

"Alhamdulillah pak 20 tahun saya menunggu memiliki rumah layak huni, untunga aja ada Gebrak pak kumis, terimakasih pak Zaki udah ngebedah rumah kami," ucap Rumsah yang memiliki tiga orang anak.
Rumsah sebelumnya menempati rumahnya selama 15 tahun warisan dari orang tuanya anin dan saimi yang saat ini sudah meninggal, Rumsah dan suaminya bapak Nean (37) sudah berumah tangga selama 17 tahun baru menempati rumah layak huni dari proram gebrak pakumis.

"Cuma buruh kasar pak, kadang mencari ikan dialut bagai mana bisa untuk menghidupi keluarga dengan layak apa lagi bikin rumah terimakasih gebrak pakumis," jelas keluh kesah Rumsah dengan nada haru.

Dalam sambutannya pada pelaksanaan tasyakuran dan peresmian program ini yang dilaksanakan di Desa Karang Serang Kecamatan Sukadiri, H. Hermansyah Waki Bupati Tangerang mengisyaratkan perlunya upgrading program ini untuk tidak sekedar membenahi persoalan kualitas bangunan rumah tidak layakhuni beserta sarana sanitasinya saja, tetapi diharapkan program ini juga mampu menjangkau dimensi lain dalam pembangunan yaitu urusane konomi, pendidikan, serta kesehatan.

“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh pelaku pembangunan yang ada bahwa penyelesaian persoalan kekumuhan kawasan tentunya tidak hanya sekedar urusan persoalan fisik saja. Tetapi di sisi lain kita pun harus memiliki konsepsi yang jelas dalam hal meningkatkan kapasitas pendapatan masyarakat berpenghasilan rendah serta kualitas sumber daya manusia yang tercermin dari derajat pendidikan dan derajat kesehatannya pun harus kita tingkatkan dan fikirkan bagaimana caranya”, demikian ungkap Zaki.

Lanjut Hermansyah, menginstruksikan kepada seluruh jajarannya khususnya kepada Bappeda selaku leading sektor program ini untuk segera berkoordinasi dalam rangka mengintegrasikan program-program yang ada sehingga permasalahan kawasan kumuh dapat tuntas seluruhnya.

“Yang kita harapkan adalah kualitas masyarakat yang saat ini tinggal di kawasan kurangsehat kedepan nyamampu bertransformasi dan memiliki daya saing, sehingga apa yang telah kita lalukan saat ini dengan membenahi infrastruktur kawasan tentunya belumlah cukup, demikian tambahnya. (Suk-Vic/Diskominfo).


Bagikan artikel ini