Ekskul Wajib Pramuka SMAN 12

Teluknaga - SMAN 12 Kabupaten Tangerang melaksanakan ekstra kurikuler (ekskul) wajib pramuka. Kegiatan ekskul pramuka tersebut dilaksanakan model blok dibagi menjadi 2 blok pada semester 1 dan semester 2.

Kepala Sekolah SMAN 12 Kabupaten Tangerang Pahruroji, S.Pd. M.Pd mengatakan kegiatan ekskul wajib pramuka ini sebagai implementasi
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai  Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Menengah.

"Kami harapkan seluruh peserta didik yang ada  di SMAN 12 Kabupaten Tangerang untuk mengikuti kegiatan ekskul wajib pramuka,  karena hasil kegiatan pramuka akan  di masukan di nilai rapot dan dapat menentukan kenaikan kelas," ujar Pahruroji.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum SMAN 12 Kabupaten Tangerang Drs. Waluya menambahkan kegiatan ekskul wajib kepramukaan di SMAN 12 ini masuk kedalam program kurikulum. Sehingga program ini telah di susun dari awal tahun pelajaran dan sesuai dengan program pramuka disekolah ini. 

"Kegiatan ekskul wajib pramuka ini tidak menutup kemungkinan tahun pelajaran yang akan datang akan menjadi mata pelajaran muatan lokal di SMAN 12 Kabupaten Tangerang yang ada di Kecamatan Teluknaga," ujar Waluya

Kegiatan ini dibagi menjadi 2 kali, yaitu blok-1 pada tanggal 23-24 Juli 2016 yang merupakan rangkaian dari PLS Tahun 2016. Namun karena belum mencapai 36 jam pelajaran, maka dilanjutkan pada blok-2 pada tanggal 21-22 Januari 2017.

Memurut Pembina Pramuka SMAN 12 Kabupaten Tangerang Bambang Sri Suhemi menjelaskan Kegiatan ekskul wajib ini kami laksanakan dengan menggunakan model blok, tapi penilaian di kelas juga tetap kami lakukan dan bekerja sama dgn guru mata pelajaran.

Karena setiap akhir semester harus ada nilai pramuka minimal B. Kalau kurang dari B, maka akan berpengaruh pada kenaikan kelas. Pada kegiatan reguler, ambalan yg sudah ada tetap aktif dan nilai ekskulnya terpisah dari ekskul.

Masih diakui Bambang  bahwa memang pelaksanaan kegiatan ekskul wajib ini belum sempurna, karena belum ada SOP 
Yang detail. Permendikbud nomor 63 tahun 2014 tidak mengatur hal-hal yang sangat teknis.

"Kita pun harus menyesuaikan dengan kondisi gudep masing. Sebagai contoh di SMAN 12 Kabupaten Tangerang saja baru ada 5 pembina yg sudah KMD, sementara kelas 10 ada 10 rombel. Artinya masih kurang pembina penegak. Yang pasti kegiatan ini berikut penilaiannya harus tetap mengacu pada permendikbud ini," ujar Bambang

Sejak berdiri tahun 2003, Ambalan Bahari Wibawa Chakti pada Gudep 20147-20147 SMAN 12 Kab. Tangerang telah banyak mengukir prestasi tingkat ranting sampai dengan tingkat nasional, antara lain Raimuna Naisonal tahun 2008, Perkemahan Wirakarya Nasional tahun 2011.

Saat ini pramuka di SMAN 12 Kab. Tangerang menjadi barometer pramuka penegak berikut satuan karyanya di wilayah Teluknaga dan sekitarnya. (Humas Kwarcab Pramuka)


Bagikan artikel ini