Dari Forum CEO Metro TV, Penjabat Bupati Komarudin: Investasi & Daya Saing Daerah untuk Kesejahteraan Warga Tangerang

Jakarta- Penjabat Bupati Tangerang Dr. Komarudin, MAP dipilih menjadi salah satu pembicara utama pada Forum CEO Metro TV. Selain dirinya, pemimpin terbaik lainnya yang diundang adalah Prof. Dr. Nurdin Abdullah, Bupati Bantaeng yang juga Sekjend APKASI (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia). 

Forum CEO merupakan forum diskusi Chief Executive Officer atau para pimpinan perusahaan yang ditayangkan oleh televisi swasta Metro TV. Dipandu host Rhenald Kasali dan Kania Sutisnawinata, Forum CEO kamis malam (28/6) itu mengambil tema “Investasi dalam Meningkatkan Daya Saing Daerah”.

Dalam paparan awalnya, Komarudin menjelaskan bahwa investasi yang masuk menjadi salah satu faktor untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pemerintah daerah menjadikan investasi dan daya saing daerah sebagai instrumen untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan mengangkat kesejahteraan masyarakat. Kepala daerah tentu berperan besar dalam menentukan kebijakan, termasuk dalam hal membuat peraturan yang menarik investor, dan bukan sebaliknya (menghambat investor),” papar Komarudin.

Menurut Komarudin, berdasarkan data laporan BI Banten, Kabupaten Tangerang menjadi daerah tujuan utama investor di Banten, terutama bidang properti seperti untuk pendidikan, sektor bisnis, perumahan dan sebagainya. Bahkan, industri properti di Tangerang cenderung telah membentuk kawasan kota baru. Industri lain yang diminati adalah industri pengolahan (manufacturing), yang jika dilihat datanya, sektor ini menopang 40-50% total PDRB Tangerang.

“Kedepan, daerah perlu melakukan pemetaan potensi daerah agar bisa diketahui positioning & differentiation dalam hal investasi. Hal ini dilakukan agar memudahkan pengusaha berinvestasi,” jelas pria yang juga menjabat Kepala BKD Banten ini.

Beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya investasi adalah kondisi infrastruktur, ketenagakerjaan, situasi keamanan dan perijinan.

“Di daerah saya, persoalan ketenagakerjaan muncul karena masalah UMR yang terus naik tahun ke tahun. Untuk infrastruktur, masalah utamanya ketersediaan lahan yang sudah mulai jauh berkurang. Nah, karena itu saya mendorong investor untuk fokus ke industri padat modal dan padat teknologi, ketimbang yang padat karya,” tutur Komarudin.

Dalam diskusi itu disinggung juga terkait Ekonomi Expo yang tiap tahun digelar APKASI. Komarudin mengusulkan agar kegiatan tersebut lebih banyak mempromosikan potensi daerah, terutama yang memiliki daya saing.

“Fokuskan saja pada produk unggulan daerah yang berdaya saing tinggi. Dan, terpenting kedepan harus banyak undang investor dari luar negeri agar pangsa pasarnya lebih luas,” ujarnya.

Sementara, Nurdin Abdullah mendorong agar para pemimpin di daerah untuk menjadi pejabat yang melayani dan mempermudah investasi.

“Di era otonomi, kesempatan besar bagi Bupati, Walikota dan Gubernur untuk menarik sebanyak-banyaknya investor. Para kepala daerah ini harus jadi pelayan, bukan sebaliknya ingin selalu dilayani pengusaha. Permudah investasi masuk, potong jalur birokrasi panjang dan perbaiki infrastruktur,” kata pria yang baru terpilih menjadi Gubernur Sulsel versi Quick Count pada pilkada serentak kemarin.

Menutup diskusi, Rhenald Kasali menyimpulkan bahwa terkait interaksi daya saing dan investasi daerah maka yang dibutuhkan adalah perlunya sinergitas antar semua elemen terkait perizinan, infrastruktur, supply tenaga kerja (modal insani), social capital, pendidikan & riset, serta industri penunjang/pelengkap.

“Terpenting, tidak saling menjegal dan harus saling melengkapi. Ini esensi dari pembangunan otonomi dan daya saing daerah”, tutup founder Rumah Perubahan ini.

Seperti diketahui, Forum CEO ini selain mengundang 2 pemimpin terbaik daerah sebagai narasumber, hadir pula pembicara lainnya dari kalangan pengusaha, yaitu Saleh Husin, Managing Director Sinar Mas, yang juga bekas Menteri Perindustrian, serta Shinta Widjaya Kamdani, CEO Sintesa. Dalam forum ini, puluhan CEO & pelaku bisnis ikut urun rembuk membincangkan investasi di daerah. (infokom)


Bagikan artikel ini