Dr. Komarudin: Pendidikan Karakter Sebagai Jembatan Hubungan dengan Allah SWT dan Sesama

TANGERANG – Pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga sektor swasta dan masyarakat agar tercipta kualitas pendidikan yang maksimal. Pendidikan seperti dijelaskan dalam UU Sisdiknas No. 20/2003, pada hakikatnya merupakan usaha sadar yang dilakukan secara sistematis, terencana dan bertujuan yakni meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), baik intelektual, sosial, maupun spiritual.

Hal ini disampaikan oleh Pejabat Bupati Tangerang Dr. Komarudin, MAP dalam diskusi bertemakan "Mempertahankan Pendidikan Islam di tengah Globalisasi dan Modernisasi di Tangerang", di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Jl. Ki Samaun, Jum'at (1/6/2018).

Acara diskusi dan buka puasa bersama itu digagas oleh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orda Tangerang. Selain Komarudin, hadir menjadi pembicara adalah Ali Taher, Ketua Komisi VIII DPR RI dan Mohamad Safari, Sekretaris ICMI Orwil Banten.

Dia menegaskan, pendidikan karakter menjadi suatu keniscayaan yang harus diterapkan. Hal ini penting, mengingat mulai maraknya pelbagai masalah bangsa yang ditimbulkan karena persoalan moral-etik.

Menurut Komarudin, pendidikan karakter penting untuk memperbaiki pola hubungan antara manusia dengan Allah SWT, diri sendiri, keluarga, masyarakat dan negara. “Intinya, orientasi pendidikan berbasis karakter ini dibutuhkan sebagai jembatan hubungan dengan Allah dan sesama, termasuk dengan negara,” kata Komar.

Karenanya, tambah dia, untuk mendukung keberhasilan di bidang pendidikan, tanggung jawabnya tidak hanya dibebankan kepada pemerintah saja, tetapi juga sektor swasta dan masyarakat. “Saya dorong semua stakeholders bahu-membahu membangun generasi penerus bangsa dengan pendidikan karakter. Mulai dari keluarga, sekolah dan lingkungan masyarakat,” tandasnya.

Dosen Pascasarjana Universitas Tirtayasa (Untirta) Banten ini juga mengingatkan agar fokus pendidikan tidak terbatas pada pengajaran (teaching). Lebih dari itu, pendidikan sudah seharusnya bergeser untuk menghasilkan pembelajaran (learning).

Komarudin mengapresiasi peran serta ICMI Orda Tangerang dalam membangun peradaban umat Islam khususnya di wilayah Tangerang. Dirinya berharap agar para Cendekiawan Muslim terus menggiatkan perubahan paradigma pendidikan Islam dari orientasi masa lalu ke paradigma yang berorientasi ke masa depan.

 "Jika dulu, di Abad Pertengahan kita mengenal dikotomi atau dualisme ilmu agama dan ilmu umum, sekarang sudah masuk zaman integrasi ilmu, yang memadukan Islam dan ilmu pengetahuan," ujar Komar di hadapan 200-an peserta diskusi. (Infokom)


Bagikan artikel ini