Puskesmas Cisoka Program Satu Rumah Satu Jumantik

CISOKA – Petugas Kesehatan Lingkungan Puskesmas Cisoka menggelar sosialisasi Pemberantasan Demam Berdarah Dengue (DBD) kepada masyarakat sekaligus memprogram pembentukan kader jumantik di setiap satu rumah satu kader jumantik.

Kegiatan dilaksanakan di Sekretariat RW 05 Desa Salapajang, Kecamatan Cisoka, Kamis (7/3/2018), mendapat sambutan positif masyarakat karena mereka memang menginginkan desanya terbebas dari ancaman DBD.

Kepala Puskesmas Cisoka, dr Endah Dwi Putrianti, mengakui sosialisasi ini penting dilaksanakan sebagai sarana untuk merubah perilaku hidup sehat masyarakat di rumah dan lingkungannya. “Tidak mudah melakukan perubahan jika tanpa dukungan dan kesadaran dari semua pihak.”

Namun disyukuri khusus Desa Salapajang, masyarakat bersama RT-RW dan kepala desanya memahami pentingnya menciptakan rumah dan lingkungan yang sehat sehingga ajakan puskesmas untuk menciptakan lingkungan sehat dan pembentukan jumantik mendapat sambutan positif.

Sesuai keterangan, sebelumnya Desa Selapajang dikenal sebagai salah-satu wilayah endemis DBD. Namun setelah dilakukan sosialisasi pemberantasannya, desa itupun mulai berubah menjadi derah bebas nyamuk.

Semua ini hasil kerja-keras para petugas puskesmas, kader kesehatan, pengurus RT-RW dan pihak pemerintahan desa yang mendukung upaya-upaya pemberantasan sarang nyamuk DBD dan terus meningkatkan kesehatan lingkungan.

“Kini masyarakat Selapajang telah memiliki kesadaran dalam menjaga kesehatan lingkungannya. Sekarang kita akan menjadikan wilayah ini sebagai percontohan program pemberantasan DBD sekaligus pembentukan satu kader jumantik di satu rumah,” kata dr Endah Dwi Putrianti.

Terkait itu, mudah-mudahan pelaksanaan program pembentukan satu rumah satu kader jumantik bisa berjalan lancar.

Pelaksanaan program inipun mengingat kondisi perubahan cuaca yang terjadi saat ini yang memungkinkan berkembang-biaknya nyamuk Aedes Aegypti, penyebab penyakit DBD. Cara terbaiknya adalah rajin membersihkan rumah dari sarang nyamuk yang dilakukan jumantik.

“Langkah ini sangat mudah untuk melakukan pemberantasan DBD, apalagi bila dibarengi dengan pelaksanaan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) minimal di setiap pekannya secara bersama-sama,” papar dr Endah Dwi Putrianti.

Selain itu, bila dilanjutkan dengan masyarakat mulai menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah dan lingkungannya, pasti rumah dan lingkungan mereka akan menjadi asri, indah dan nyaman.

sumber : http://dinkes.tangerangkab.go.id


Bagikan artikel ini