Kemenkes & Kemensos Puji Terapi Lengkap Klinik Matahari

KELAPA DUA – Pengembangan pengobatan dibarengi pembinaan mental-rohani bagi pasien pengguna narkoba di Klinik Methadone Puskesmas Jl Emas, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, mendapat pujian dari pejabat Kemenkes RI dan Kemensos RI.

Klinik di puskesmas yang ada di wilayah Kelurahan Bencongan ini dinilai pejabat dari dua kementerian yang datang berkunjung sebulan lalu telah mengembangkan program pengobatan atau terapi yang lengkap bagi para pengguna zat adiktif.

Galih, Assasment Kemensos RI, mengutarakan terapi lengkap ini akan sangat membantu para pasien untuk sembuh secara maksimal. “Karena bukan hanya obat saja yang diberikan, juga pembinaan mental dan rohani.”

Penanggung Jawab Klinik Matahari, dr Fadli Irsyal, Senin (5/2/2018), menjelaskan di kliniknya memang dikembangkan pengembangan pengobatan dan terapi kepada pasien dengan berragam. Pasien selain diberi obat, juga diberikan bimbingan mental dan rohani.

“Pasien pun sebulan sekali kita ajak  berkegiatan olahraga tenismeja dan pembinaan pelatihan pembuatan sablon,” katanya.

Selain itu, Klinik Matahari pun memberikan bimbingan edukasi kepada keluarga pasien dengan penyuluhan terapi penyakit HIV/AIDS, Hepatitis, IMS, dan penyakit menular lainnya yang disebabkan pemakaian zat adiktif.

Dipaparkan dr Fadli Irsyal, Klinik Matahari sudah berjalan sejak tahun 2009 dan sejak itu pengelolanya selalu melakukan pembenahan dan perbaikan dalam penanganan pasien Methadon. Tujuannya agar semakin baik dalam memberikan pengobatan yang membawa perubahan pola hidup (perilaku) pasien.

Bila sebelumnya mereka menggunakan zat adiktif tanpa aturan, kini mereka mulai diatur. Pasien pun mendapat pengawasan ketat, di antaranya di setiap bulannya dilakukan pemeriksaan urinenya.

Bagi pasien kedapatan kembali terjerumus akan diberikan pembinaan dan dirujuk ke rumah sakit pengampu yaitu RS Fatmawati Jakarta. 

Namun, diyakini dr Fadli Irsyal, dengan pengembangan pelayanan pengobatan Methadone di kliniknya dapat mengurangi penyebaran penyakit HIV/AIDS. Sebab kini tercatat penyebaran penyakit HIV/AIDS tertinggi bukan lagi disebabkan kaum seks sesama jenis, tetapi juga pengguna zat adiktif dengan jarum suntik. 

Dikatakan kebanyakan pasien yang ditangani di Klinik Matahari diakibatkan pergaulan yang kebablasan dan faktor lingkungan. Untuk itu diharapkan seluruh elemen masyarakat dan keluarga yang peduli pencegahan penyebaran penyakit membahayakan ini, bisa turut melakukan pencegahan secara dini bersama-sama.


Bagikan artikel ini